Viral Anjing Husky Serang Kucing Pedagang Kopi di Asia Afrika, Warganet Justru Salfok ke Hal Ini
Berdasarkan informasi yang beredar, insiden terjadi akibat tali pengaman anjing husky tersebut terputus.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Insiden penyerangan hewan terjadi di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Seekor kucing dilaporkan mengalami kondisi kritis setelah diserang seekor anjing jenis husky yang lepas kendali. Peristiwa tersebut terekam dalam video dan viral di media sosial.
Berdasarkan informasi yang beredar, insiden terjadi akibat tali pengaman anjing husky tersebut terputus.
Kondisi itu membuat anjing berukuran besar tersebut menyerang kucing yang berada di sekitar lokasi kejadian. Kucing tersebut diketahui merupakan milik seorang pedagang kopi yang biasa berjualan di kawasan Jalan Asia Afrika.
Dalam video yang diunggah akun media sosial fakta.indo, terlihat kucing dalam kondisi lemah dan mengalami luka serius akibat gigitan.
Situasi tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar, mengingat lokasi kejadian berada di kawasan ramai dan menjadi ikon wisata Kota Bandung.
Salah seorang petugas nampak mengintrogasi pemuda yang diduga pemilik anjing husky tersebut. Menurutnya, peristiwa ini terjadi karena pemilik lalai menjaga hewan peliharaannya.
"Ini mati gimana coba? ya kan lu bawa ke sini lu harus bisa bawa kendali, yang namanya hewan ya lu yang bawa lu yang tanggung jawab," ujar petugas tersebut.
"Lu orang mana sih?," tanya petugas.
"Jakarta pak," jawab pemuda tersebut.
"Jakartanya di mana?," tanya petugas lagi.
"di PIK 2," jawab pemilik anjing.
Petugas kepolisian yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan kepada kucing yang terluka. Kucing tersebut kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Di sisi lain, jawaban dari pemilik anjing tersebut justru menjadi perhatian netizen. Pasalnya, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 berada di Jakarta Utara, bukan Jakarta Selatan.
"Jaksel, jaksel mana yang deket laut?," kata warganet.
"Sejak kapan Pik di Jaksel," sahut warganet lain.
Editor : Firda Rachmawati

