Viral di Media Sosial Warga Keluhkan Pelayanan di RSUD Cibabat Buruk, Ngatiyana: Warga Lapor kepada Saya
Viral di media sosial netizen mengeluhkan pelayanan di RSUD Cibabat buruk. Beragam komentar warganet seolah menggambarkan bobroknya kualitas pelayanan di rumah sakit milik pemerintah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Viral di media sosial netizen mengeluhkan pelayanan di RSUD Cibabat buruk. Beragam komentar warganet seolah menggambarkan bobroknya kualitas pelayanan di rumah sakit milik pemerintah.
Terkait pelayanan di RSUD Cibabat buruk tersebut terlihat dalam beberapa postingan yang diunggah akun TikTok @Bayang Cimahi, mulai keluhan petugas yang judes hingga adanya layanan yang dilakukan secara tebang pilih banyak dikeluhkan warga.
Lengkap dengan hastag CibabatDarurat, akun tersebut memposting berbagai keluhan, seperti "Rumah Sakit atau Rumah Sakitin?". Bahkan dalam postingan lain, akun tersebut mengunggah akun petugas RSUD Cibabat yang tengah bermain TikTok saat bertugas.
Tak cuma itu, dalam postingan lain akun TikTok Bayang Cimahi juga mempertanyakan Direktur RSUD Cibabat yang tak kunjung diganti kepada Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana-Adhitia Yudhistira. Padahal, Dirut RSUD Cibabat sudah menjabat selama 4 tahun.
"Backing kuat? pelayanan buruk, setoran lancar?," dalam postingan pertama dan terlihat sosok yang diduga Dirut RSUD Cibabat dengan wajah yang disamarkan.
"Pemimpin Cimahi Pasrah atau Bungkam?" dalam slide kedua postingan tersebut lengkap dengan gambar Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana-Adhitia Yudhistira.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengaku telah mendengar adanya isu soal pelayanan di RSUD Cibabat buruk tersebut.
"RSUD cibabat, saya sudah mendengar berita terkait situasi dan kondisinya," kata Ngatiyana, Jumat 11 April 2025.
Ngatiyana menyebut, pihaknya telah mengambil langkah dengan melakukan pertemuan bersama manajemen seluruh rumah sakit, termasuk fasilitas kesehatan yang ada di Kota Cimahi.
Pihaknya juga telah menginstruksikan setiap fasilitas kesehatan untuk tidak lagi melakukan diskriminasi dalam melayani masyarakat.
"Kemarin semua sudah dipanggil dan dikumpulkan, termasuk puskesmas dan seluruh Poliklinik yang ada di Kota Cimahi, kita sampaikan bahwa untuk kesehatan masyarakat adalah yang terbaik," sebutnya.
"Kami instruksikan agar mereka tak lagi melayani masyarakat setengah setengah, jangan sampai jawaban bpjs atau umum, itu tidak ada. Layani dulu. Amankan selamatkan nyawa. Tidak perlu membeda-bedakan," tegasnya.
Kendati demikian, Ngatiyana tak memungkiri jika masih banyak rumah sakit di Kota Cimahi yang melayani pasien dari luar kota. Oleh karena itu, dirinya menegaskan agar petugas fasilitas kesehatan diminta untuk bekerja secara profesional dan humanis.
"Memang ada pasien dari luar Kota Cimahi, tapi khusus untuk Kota Cimahi harus dilayani dengan sebaik-baiknya," ucapnya.
"Tidak ada jawaban kamar penuh, tidak ada BPJS atau umum, semuanya layanani dengan baik," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana mengimbau kepada warga Cimahi yang mendapatkan pelayanan buruk di fasilitas kesehatan untuk tidak ragu membuat aduan.
"Lapor kepada saya, kita akan berikan peringatan," tegasnya.
Editor : Doni Ramdhani

