Viral Kopdes Merah Putih di Kaki Gunung Ciremai Jauh dari Pemukiman Tuai Kritikan
Unggahan akun @fauzanamc viral usai memperlihatkan lokasi Kopdes Merah Putih di kaki Gunung Ciremai yang jauh dari rumah warga. Warganet beri tanggapan menohok!
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebuah unggahan video dari akun Instagram @fauzanamc mendadak menyita perhatian publik usai memperlihatkan lokasi bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang berada di area terpencil.
Usut punya usut, bangunan beratap merah tersebut berdiri di lereng vegetasi hijau tepat di kaki Gunung Ciremai, jauh dari pemukiman warga.
Dalam video rekaman udara (drone) yang diunggahnya, pemilik akun menunjukkan pemandangan membentang kawasan perbukitan dan hutan hijau.
Di tengah rerimbunan pohon tersebut, tampak berdiri satu unit bangunan Kopdes Merah Putih yang letaknya terisolasi dari perumahan penduduk.
"Mau lihat seberapa Jauhnya Kopdes dikaki gn Ciremay ini dari Rumah penduduk?" tulis akun @fauzanamc dalam keterangan unggahannya.
Sontak, letak bangunan yang dinilai tidak strategis untuk sebuah fasilitas belanja warga desa ini memicu beragam tanggapan lucu hingga kritikan menohok dari warganet.
Banyak pengguna Instagram yang mempertanyakan target konsumen dari koperasi tersebut.
@infocicalengkaupdate: "???????? siapa yang mau beli"
@net2netnews: "itu konsepnya rest area... atau meeting point"
@ctzdiecaster: "Sekarang kesasar di hutan ga perlu takut kurang perbekalan bakalan banyak Kopdes yg tersebar di berbagai hutan di Indonesia ????"
"Ahahahahaha???????????? Fix Program Korupsi Terang Terangan, Tp Presidenya Tutup Mata Melihatnya????????" tulis akun @mirad_lakala.
"The important is that someone up there profited from this at the expenses of tax money and indonesian citizens. Now it can rot and be covered by vegetation in the next couple of years. The job is done" sahut akun @mateo.
Unggahan tersebut juga menarik perhatian komika ternama @dzawin_nur yang turut membubuhkan emotikon tertawa di kolom komentar.
Editor : Firda Rachmawati


