Viral Video Warga Berbondong-bondong ke Lokasi Peledakan Amunisi di Garut, TNI AD Masih Selidiki Penyebabnya
Viral video yang memperlihatkan warga berbondong-bondong menggunakan sepeda motor ke lokasi peledakan amunisi di Garut. Begini kata TNI AD.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Viral video yang memperlihatkan warga berbondong-bondong menggunakan sepeda motor ke lokasi peledakan amunisi di Garut.
Dalam video yang beredar di media sosial, sejumlah warga nampak menghampiri lokasi peledakan amunisi tersebut di tengah asap yang masih membumbung tinggi.
Masuknya warga sipil ke area pemusnahan amunisi TNI AD di Garut yang berujung pada tragedi ledakan maut kini menjadi sorotan serius.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, menyatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki bagaimana warga bisa berada di lokasi berbahaya saat proses pemusnahan berlangsung.
"Masih dalam tahap penyelidikan, mohon waktu," ujar Wahyu.
Wahyu belum dapat menjelaskan peran atau alasan keberadaan warga sipil di lokasi tersebut. Namun, ia membenarkan bahwa sembilan warga sipil menjadi korban jiwa dalam insiden tersebut, selain empat personel TNI yang turut tewas.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Senin (12/5), saat personel dari Gudang Pusat Amunisi III, Pusat Peralatan TNI AD, melaksanakan prosedur pemusnahan amunisi afkir di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut.
Menurut Wahyu, prosedur awal telah dijalankan dengan standar keamanan. Dua lubang sumur telah disiapkan sebagai tempat peledakan, dan amunisi dimusnahkan melalui sistem detonasi.
“Peledakan awal di dua sumur berjalan aman dan sesuai prosedur,” ungkapnya.
Namun, masalah muncul saat tim mulai menangani peledakan susulan untuk menghancurkan sisa detonator. Di saat proses penyusunan detonator berlangsung, tiba-tiba terjadi ledakan hebat dari dalam lubang.
Ledakan Susulan Menewaskan 13 Orang
Ledakan susulan tersebut menyebabkan 13 korban jiwa di lokasi. Sembilan di antaranya adalah warga sipil yang keberadaannya di lokasi masih menjadi misteri. Dugaan sementara menyebutkan bahwa warga masuk ke area pemusnahan untuk mengumpulkan serpihan logam sisa ledakan pertama, yang dinilai memiliki nilai jual.
Namun demikian, pihak TNI AD belum bisa mengonfirmasi informasi tersebut secara resmi. Investigasi lanjutan masih dilakukan untuk mencari tahu apakah ada pelanggaran prosedur pengamanan hingga warga bisa mendekati area berbahaya.
Editor : Firda Rachmawati

