Virus HMPV Dilaporkan Sudah Masuk Indonesia, Dinkes Kota Cimahi Minta Warganya Waspada

Guna mengantisipasi penyebaran virus HMPV, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi meminta warganya untuk mewaspadai hal tersebut.

Virus HMPV Dilaporkan Sudah Masuk Indonesia, Dinkes Kota Cimahi Minta Warganya Waspada

INILAHKORAN, Cimahi - Penyebaran virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang merebak di China dilaporkan sudah masuk Indonesia. 

Guna mengantisipasi penyebaran virus HMPV, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota CImahi meminta warganya untuk mewaspadai hal tersebut.

"Kasusnya belum ditemukan di Cimahi. Tapi saya mengimbau warga agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan diri serta menjaga imunitas tubuh," kata Kepala Dinkes Kota CImahi Mulyati kepada wartawan.

Dijelaskan Mulyati, virus HMPV mempunyai beberapa gejala seperti flu pada umumnya, seperti batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan kesulitan bernapas (pada kasus yang parah), bronkiolitis (peradangan saluran udara kecil) dan pneumonia.

"Human Metapneumovirus (HMPV) adalah virus RNA yang menyebabkan infeksi pernapasan pada manusia," jelas Mulyati. 

Menurut Mulyati, kelompok yang rentan terinfeksi virus HMPV yakni anak-anak di bawah 5 tahun, orang dewasa berusia 65 tahun ke atas, pasien dengan sistem imun lemah dan pasien dengan penyakit pernapasan kronis.

"virus HMPV dapat menular dengan, cara kontak langsung dengan penderita, udara (droplet) dan sentuhan dengan permukaan terkontaminasi," tuturnya.

Sementara untuk pengobatan bagi orang yang terpapar virus HMPV ini dengan cara istirahat, hidrasi, obat antivirus (untuk kasus berat), oksigenasi dan perawatan suportif.

Untuk pencegahan dini, sambung Mulyati, masyatakat di Kota CImahi diimbau untuk selalu menerapkaan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kemudian menggunakan masker ketika dalam kondisi kurang sehat.

"Untuk mencegah terinfeksi HMPV yakni dengan mencuci tangan secara teratur, menggunakan masker, menghindari kerumunan, vaksinasi (belum tersedia secara luas) dan menggunakan disinfektan," tandas Mulyati.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti