Vlogger Cilik Korea Utara Bikin Netizen Korea Selatan Khawatir, Ini Alasannya
Netizen Korea Selatan khawatir dan kagum pada video vlogger cilik YouTuber Korea Utara yang mengunggah kehidupan pribadinya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini, netizen Korea Selatan telah dibuat kagum dan khawatir oleh seorang anak kecil.
Seorang vlogger cilik YouTube Korea Utara dengan cepat mendapatkan perhatian di Korea Selatan karena beberapa alasan.
Fakta bahwa seorang warga sipil Korea Utara dapat mengakses YouTube untuk mengunggah vlog sendiri merupakan fenomena liar yang menyebabkan diskusi panjang di dunia maya.
Baca Juga: Alasan Girl Grup Baru HYBE Dinamakan New Jeans
Topik tersebut menjadi perhatian publik setelah SBS News meliput kisah Song Ah yang berusia 11 tahun, merupakan seorang YouTuber dari Pyongyang, Korea Utara.
Song Ah mengunggah vlog di saluran 'pribadinya' yang menampilkan kehidupan 'sehari-harinya' di Korea Utara.
Berbicara dalam bahasa Inggris yang fasih, juga dengan aksen Inggris, Song Ah selalu terlihat memuji kualitas hidup di ibu kota.
Baca Juga: Pesan Ganjar di Hari Anak Nasional 2022 : Jaga dan Lindungi Anak Kita dari Bullying
Namun, para ahli dan netizen Korea Selatan yakin bahwa ini adalah bagian dari gelombang baru propaganda dari pemerintah Korea Utara.
Menurut Lee Woo Yeong, seorang profesor di Universitas Studi Korea Utara di Seoul, pemerintahan Kim Jong Un sedang mengembangkan strategi propagandanya untuk membuatnya lebih relevan dan menarik bagi tren global.
"Globalisasi Kim Jong Un dikatakan berorientasi eksternal ke dunia, dan media baru, seperti Instagram dan YouTube sedang aktif digunakan," tutur Profesor Lee Woo Yeong.
Baca Juga: Vaseline Daily Sun Care Wujudkan Mimpi 9 Pelari Indonesia ke World Major Marathon di Berlin
SBS News juga menunjukkan keberadaan vlogger lain bernama Yang Il Sim yang memposting konten dalam bahasa Mandarin yang berbicara tentang universitas Korea Utara, perumahan kelas atas, dan infrastruktur Covid-19.
Netizen Korea memiliki berbagai reaksi terhadap laporan SBS News tersebut.
Sementara beberapa netizen mengkritik obsesi Korea Utara dengan membangun citra, yang lain memuji kemampuan bahasa Inggris Song Ah dengan penuh kasih.
Baca Juga: 52 Anak Binaan Lapas Dapat Remisi di Hari Anak
“Tidak ada kebahagiaan, kesenangan di mata anak itu…ini terlalu berlebihan,” komentar netizen.
“Ini gila bagi saya bahwa hidup kita bisa berubah begitu berbeda hanya di sisi mana dari tanah kecil tempat Anda dilahirkan. Kita semua harus bersyukur bahwa kita lahir di Korea Selatan,” tutur yang lain.
“Wow tapi pengucapan bahasa Inggrisnya luar biasa. Dia sangat baik,” ungkap yang lain.
Baca Juga: Aksi Penyerangan Warga di Bandung, Ini Kata Polisi
Video YouTube yang menunjukkan kehidupan 'normal' di Korea Utara, merekam supermarket, sekolah, dan kehidupan rumah juga sudah ada sebelumnya.
Tapi mereka selalu diposting melalui saluran milik negara. Aliran konten dari akun yang tampaknya dimiliki secara pribadi ini merupakan tren baru.
Menurut profesor Yeong, upaya ini dimaksudkan untuk menciptakan efek tertentu yang melemahkan citra Korea Utara di masa lalu.***
Editor : inilahkoran


