Wabup Cirebon Dorong Desa Bangun Masa Depan Berbasis Data

Cirebon Smart Village dan Desa Cantik (Cinta Statistik) adalah  program strategis yang dirancang untuk memperkuat tata kelola desa melalui pemanfaatan teknologi dan data

Wabup Cirebon Dorong Desa Bangun Masa Depan Berbasis Data
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman atau yang akrab disapa Jigus menyebutkan Cirebon Smart Village dan Desa Cantik (Cinta Statistik) adalah program strategis yang dirancang untuk memperkuat tata kelola desa melalui pemanfaatan teknologi dan data.

INILAHKORAN.ID - Komitmen Pemkab  Cirebon dalam mendorong pembangunan desa berbasis digital kembali ditegaskan. Cirebon Smart Village dan desa Cantik (Cinta Statistik) adalah  program strategis yang dirancang untuk memperkuat tata kelola desa melalui pemanfaatan teknologi dan data.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman program tersebut sudah  diikuti oleh sekitar 96 desa di Kabupaten Cirebon. Melalui Smart Village. Dia menilai, desa-desa tidak lagi diposisikan hanya sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek yang mampu mengelola potensi dan permasalahan wilayahnya secara mandiri dan terukur.

Jigus sapaan karib Agus Kurniawan mengaku, tujuan utama Smart Village adalah menciptakan desa yang mampu mengambil keputusan berbasis data, sehingga setiap kebijakan, program pembangunan, hingga pelayanan publik benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.

"Harapan kami dari pemerintah daerah tentunya semoga desa Smart Village ini bisa berjalan dengan baik, karena ini merupakan konsep pembangunan desa berbasis digital. data ini sangat penting, terutama data dasar yang nantinya diterapkan di desa-desa, " aku Jigus, Rabu 21 Januari 2026.

Dia menjelaskan, lebih dari sekadar penggunaan aplikasi digital, Smart Village diarahkan untuk membangun budaya data di tingkat desa. Dengan data yang akurat dan diperbarui secara berkala, pemerintah desa diharapkan mampu menyusun perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.

"Ini juga bisa mengurangi kesalahan kebijakan, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa.
Digitalisasi desa juga menyentuh langsung aspek pelayanan publik," akunya.

data dasar yang dihimpun akunya, meliputi jumlah penduduk, komposisi laki-laki dan perempuan, angka kelahiran dan kematian, hingga mobilitas penduduk yang pindah datang maupun pindah pergi.

"Ke depan, aplikasi Smart Village dan desa Cantik juga akan memuat data yang lebih komprehensif. Seperti jumlah pengangguran, luas wilayah desa, zonasi lahan sawah, pekarangan, kawasan perumahan, hingga data rumah tidak layak huni," ucapnya.

Dia menambahkan, seluruh data tersebut menjadi dasar penting dalam merumuskan program pengentasan kemiskinan, penataan wilayah, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Melalui integrasi data antara desa dan pemerintah daerah, program Smart Village juga bertujuan mewujudkan satu data terpadu.

"Nantinya  tidak lagi terjadi perbedaan atau tumpang tindih data antara tingkat desa dan kabupaten. Sekarang ada 13 desa yang masuk kategori Smart Village dan desa cantik. Ini membuktikan, program ini sudah mulai berjalan," tukasnya. 


Editor : Ahmad Sayuti