Wali Kota Bandung Ungkap Alasan Pembangunan Dikebut Menjelang Akhir Tahun
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan angkat bicara, soal berbagai proyek pembangunan yang sedang berlangsung di penghujung 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, bandung - Wali Kota bandung, Muhammad Farhan angkat bicara, soal berbagai proyek pembangunan yang sedang berlangsung di penghujung 2025. Mulai dari perbaikan drainase hingga penataan trotoar, sejumlah titik di Kota bandung tampak sibuk dengan aktivitas konstruksi di tengah musim hujan.
Menurut ia, kondisi tersebut terjadi karena proses administrasi keuangan yang memakan waktu cukup lama. Ia menjelaskan, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan baru diberlakukan pada Agustus. Setelah itu, perlu melalui proses persetujuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan validasi dari Kementerian Dalam Negeri.
“Prosesnya membutuhkan waktu sekitar satu sampai satu setengah bulan. Jadi, dana atau dokumen pelaksanaan anggaran baru bisa cair pada bulan Oktober,” kata Farhan pada Kamis 30 Oktober 2025.
Pihaknya mengakui, kondisi ini membuat banyak proyek baru dimulai di saat cuaca tidak mendukung. Ia pun meminta maaf kepada masyarakat Kota bandung, atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat galian dan perbaikan jalan di berbagai titik.
“Memang terlihat tidak logis, karena sedang musim hujan tapi justru banyak perbaikan jalan. Namun, kami harus menyelesaikan pekerjaan sebelum 15 Desember. Targetnya, semua selesai sebelum 19 Desember agar menjelang natal dan tahun baru tidak menimbulkan kemacetan,” ucapnya.
Fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) bandung saat ini, dikemukakan Farhan adalah memperbaiki sistem drainase di kawasan permukiman untuk mencegah banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi.
Ia menyebut, beberapa proyek yang tengah dikerjakan. Di antaranya penataan trotoar di kawasan Cicadas (dari ruas Santo Yusuf hingga Cicaheum), penataan trotoar di Jalan Gatot Subroto dan perbaikan drainase di hampir seluruh ruas jalan utama Kota bandung.
Namun, ada juga proyek yang sempat terkendala cuaca. “Khusus di Jalan Laswi, aspal dan drainase belum sempat kering sudah diguyur hujan. Akibatnya jebol dan menyebabkan genangan cukup parah. Kami akan segera memperbaikinya,” ujar dia.
Selain proyek yang dibiayai APBD Kota bandung, Farhan juga telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat untuk mengajukan dukungan dana dari APBD Provinsi. Fokusnya tetap pada perbaikan drainase, dan penataan kawasan permukiman di sepanjang aliran sungai.
“Perbaikan drainase ini penting. Bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga untuk menertibkan bangunan yang berdiri di sempadan sungai,” tegasnya.
Untuk ke depan, pihaknya berencana mengubah pola pelaksanaan pembangunan agar tidak selalu menumpuk di akhir tahun. Ia menilai, percepatan proses administrasi dan koordinasi dengan pemerintah provinsi menjadi kunci agar pembangunan bisa berjalan lebih merata sepanjang tahun.
“Kami akan bicarakan dengan pak gubernur supaya pembangunan tidak menumpuk di akhir tahun lagi. Ini agar masyarakat bisa merasakan hasilnya lebih cepat,” ujar dia.
Editor : Ahmad Sayuti


