Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto Pastikan Biskita Transpakuan Berhenti Beroperasi, Ini Faktanya

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memastikan pemberhentian Biskita Transpakuan hanya berlangsung satu bulan menunggu lelang e-katalog

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto Pastikan Biskita Transpakuan Berhenti Beroperasi, Ini Faktanya
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memastikan Biskita Transpakuan hanya akan berhenti beroperasi selama satu bulan lebih sambil menunggu proses lelang e- katalog

INILAHKORAN, Bogor,- Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto pastikan Biskita Transpakuan akan berhenti beroperasi.

Menurut Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, berhenti beroperasinya Biskita Transpakuan hanya untuk satu bulan sambil menunggu proses lelang e-katalog.

Dikatakan Bima Arya, selaku Wali Kota Bogor, dirinya sebenarnya sudah menyiapkan anggaran agar Biskita Transpakuan dapat tetap beroperasi sambil menunggu proses lelang e-katalog. Namun ternyata hal itu tidak diperbolehkan karena belum ada landasan aturannya.

Baca Juga: Banyak Tim BRI Liga 1 Bongkar Pasang Pemain, Begini Komentar Mengejutkan Robert Alberts

Bima Arya Sugiarto juga memastikan Biskita Transpakuan hanya akan berhenti satu bulan lebih, hal ini dikarenakan operasional Biskita Transpakuan menunggu lelang e-katalog.

"Dana talangan tidak diperbolehkan, karena tidak ada landasan aturannya, jadi yang diusahakan adalah percepatan proses e-katalog nya. Itu saja. Tidak ada mekanisme lain selain percepatan proses e-katalog," ungkap Bima Arya Sugiarto kepada inilahkoran.id, Minggu 9 Januari 2022.

Bima melanjutkan, di masa berhentinya operasional Biskita Transpakuan ini, evaluasi sudah dilakukan, bahkan dirinya sudah berkunjung ke markas Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor.

Baca Juga: Ini Penyakit Paling Ganas di Dunia Menurut Ustadz Abdul Somad, Adakah Gejalanya dalam Diri Kita?

"Oh, semua sudah. Bahkan kemarin saya sudah kesana. Dievaluasi. Kalau kantornya itu, kami masih panjang, sementara di Lorena, tapi saya sedang koordinasikan perencanaan kantor di Bubulak," tutur Bima.

Sebelumnya, diketahui layanan angkutan umum dengan sistem Buy The Service (BTS) atau yang dikenal Biskita Transpakuan di Kota Bogor sementara dihentikan.

Kebijakan ini berkaitan dengan instruksi dan pemberitahuan dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, hal itu dilakukan karena masih menunggu proses lelang dengan menggunakan sistem e-katalog yang awal tahun 2022 baru akan berjalan.

Baca Juga: Rahasia Dahsyat, Ustadz Adi Hidayat Bongkar Bacaan Saat Sujud Sholat, Bikin Semua Hajat Terkabul!

Bima Arya Sugiarto mengatakan, program BTS kerjasama antara Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dengan PDJT Kota Bogor.

Dalam hal ini BPTJ memberikan bantuan berupa mensubsidi rupiah perkilometer. Sementara untuk pengadaan bus kerjasama investasi bentuk konsorsium.

"Program ini sudah berjalan baik, termasuk mengkomunikasikan dengan organda dan stekholder lainnya. Mengkomunikasikan ini tidak mudah, di lain kota tidak berhasil komunikasi," tuturnya.

Baca Juga: Secuil Penyesalan Mohammed Rashid Usai Persib Taklukkan Persita 1-0

Bima melanjutkan, setelah bisa berjalan Pemkot Bogor dengan BPTJ menyiapkan shelter pada tahun 2021 dan akan berlanjut terus sampai tahun 2022.

Tahun 2022 ini rencana mulai berbayar, tujuannya untuk memberikan edukasi ke publik dan memastikan segmen penggunaan Biskita ini.

"Kemudian akhir tahun 2021 ada wacana akan ada jeda masa operasi, dari lelang umum menjadi e-katalog," ujarnya.

Baca Juga: Bukan Hanya Ashanty, Kemenkes Sebut 8 Orang Ini Juga Positif Covid-19 Usai dari Turki, Siapa Saja?

"Kemungkinan Biskita dihentikan sementara, mungkin Januari atau Februari 2022 masa jeda. Saya kaget juga saat PDJT mendapatkan surat dari BPTJ untuk menghentikan Biskita Transpakuan," tambahnya.

"Tetapi di Bali, Banyumas, Surabaya atau 30 kota lebih dihentikan serentak, jujur ya kami kaget karena tidak mengantisipasi sebelumnya," imbuh Bima Arya.

Bima menjelaskan, menanggapi hal tersebut pihaknya segera mensosialisasikan dan dihentikan secara bertahap.

Baca Juga: Sedang Tayang, 4 Drama Korea Menarik Ini Wajib Anda Tonton

"Kami belum menerima secara resmi surat dari BPTJ, surat diterima PDJT dari BPTJ. Ya, karena lelang e-katalog, proses lelang e-katalog paling lama satu bulan," lanjut Bima Arya

"Tetapi ini merugikan konsumen, saya mewakili seluruh kota dengan kebijakan yang tidak bisa diantisipasi. Saya minta penyelenggara harus memperbaiki pengadaan nya. Ya kenapa kok mendadak?," jelasnya.

Bima menegaskan, Biskita Transpakuan akan mengaspal setelah proses evaluasi dan e-katalog selesai atau kurang lebih satu bulan.

Baca Juga: Ditangkap Karena Kasus Narkoba, Hasil Tes Urine Naufal Samudra Dinyatakan Negatif

"Tetapi kalau memungkinkan alokasi dana talangan, maka Biskita akan mengaspal dalam waktu dekat," tegas Bima Arya.

"Bus ini perhari 11.600 penumpang yang bisa terangkut Biskita. Sehingga masalah dijeda waktu layanan akan terganggu. Kami akan mencoba untuk melihat opsi dana talangan. Kalau BPTJ ada lampu hijau, maka akan beroperasi beberapa hari lagi kedepan," sambung Bima Arya

"Evaluasi terus berjalan, setelah launching ada pengecekan terus ada QPI nya seperti waktu, kebersihan dan lainnya. Kami evaluasi kapasitas nya, pagi dengan siang lebih banyak siang," pungkasnya.

Baca Juga: Link Streaming Layangan Putus Episode 8B Sabtu 8 Januari 2022: Lydia Temui Kinan, Begini yang Dilakukan Aris

Sementara itu, Direktur PDJT Kota Bogor, Lies Permana Lestari menambahkan, untuk pegawai pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada para pegawai, informasi disampaikan secara jelas dan clear.

"Kami akan melakukan evaluasi selama satu bulan, administrasi dan keperluan lainnya. Kami mudah-mudahan bisa memperbaiki semua. Untuk karyawan dan paramudi atau sopir tetap dalam kondisi stand by," pungkasnya.***(Rizky Mauludi)


Editor : inilahkoran