Wanita Jepang yang Mencium Jin BTS dengan Paksa Kini Didakwa dan Diadili
Saat ini, wanita Jepang yang dengan paksa mencium Jin BTS akhirnya didakwa dan diadili.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Tahun lalu, Jin BTS dicium paksa oleh seorang Wanita di acara fan meeting dengan penggemarnya, ARMY.
Seorang perempuan Jepang berusia 50-an telah Didakwa atas tuduhan memaksa Mencium Jin BTS, lebih dari setahun setelah insiden tersebut memicu kemarahan publik.
Pada awal minggu ini, Kantor Kejaksaan Distrik Timur Seoul mengumumkan bahwa perempuan tersebut Didakwa tanpa penahanan pada 12 November atas tuduhan penyerangan tidak senonoh.
Sebelumnya, Wanita itu dirujuk ke jaksa Korea Selatan setelah Mencium Jin BTS tanpa persetujuan selama acara penggemar pada tahun 2024.
Menurut Kepolisian Seoul Songpa pada 8 Mei, perempuan tersebut yang hanya diidentifikasi sebagai "A", dikirim ke kejaksaan atas tuduhan penyerangan tidak senonoh di tempat umum berdasarkan Undang-Undang Hukuman Kekerasan Seksual Korea Selatan.
Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa dia secara sukarela kembali ke Korea dan menghadap polisi untuk penyelidikan.
Insiden tersebut terjadi pada bulan Juni 2024 di sebuah acara penggemar bertajuk Jin's Greetings, di mana sekitar 1.000 penggemar berpartisipasi dalam sesi pelukan dengan Jin BTS.
Di tengah acara, Wanita tersebut tiba-tiba Mencium pipi Jin BTS, membuatnya tampak terkejut.
Momen tersebut, yang diabadikan dan dibagikan secara luas di dunia maya, langsung memicu reaksi publik dan seruan untuk mengambil tindakan hukum.
Keesokan harinya, pengaduan resmi diajukan melalui portal petisi publik Korea Selatan, menuntut konsekuensi hukum atas perilaku perempuan tersebut.
Penyidik menemukan sebuah unggahan di sebuah blog Jepang di mana penulisnya menggambarkan ciuman tersebut secara detail, termasuk pernyataan seperti "bibirnya menyentuh lehernya" dan "kulitnya lembut."
Hal ini mendorong polisi untuk meminta kerja sama dari Interpol Jepang dan, setelah tujuh bulan, mereka berhasil mengidentifikasi tersangka.
Meskipun polisi awalnya menghentikan penyelidikan pada bulan Maret karena Wanita tersebut tinggal di luar negeri, mereka melanjutkan proses setelah dia kembali ke Korea dan melaporkan dirinya secara sukarela.
Sementara itu, perempuan lain (B) yang terlibat dalam tindakan non-konsensual serupa dengan Jin BTS masih belum terlacak. Kasusnya saat ini ditangguhkan karena belum ada kemajuan.
Kasus ini telah menyalakan kembali diskusi tentang batasan di acara penggemar dan perlunya perlindungan yang lebih kuat bagi tokoh publik di tempat tersebut.***
Editor : Irma Nurfajri

