Warga Bogor Resah Gara-gara Sampah Telat Diangkut, Pj Wali Kota Hery Antasari Bilang Begini

Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang resah akibat keterlambatan pengangkutan sampah.

Warga Bogor Resah Gara-gara Sampah Telat Diangkut, Pj Wali Kota Hery Antasari Bilang Begini
Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang resah akibat keterlambatan pengangkutan sampah.

INILAHKORAN, Bogor- Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang resah akibat keterlambatan pengangkutan sampah.

Hery Antasari menegaskan, Pemkot Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup berkomitmen menyelesaikan masalah keterlambatan pengangkutan sampah.

keterlambatan pengangkutan sampah yang dimaksud Hery Antasari, terjadi di TPS Gang Ardio, Kecamatan Bogor Tengah.

"Jadi hal itu disebabkan adanya puluhan armada pengangkutan sampah yang secara bergantian perlu perbaikan dan adanya antrean di TPA Galuga, namun secara bertahap permasalahan tersebut telah diselesaikan dan pengangkutan akan kembali normal. Totalnya ada 20 sampai 30 armada yang perlu perbaikan," ungkap Hery kepada wartawan pada Minggu 14 Juli 2024.

"Kami sekarang sedang menata peremajaan angkutan yang tidak ada cadanganya dan memerlukan pemeliharaan, sehingga kadang-kadang ada waktu jeda setengah hari, satu hari itu terjadi sekarang dalam jangka pendek," tambah Hery. 

Hery menjelaskan, sedangkan untuk solusi jangka panjang, saat ini sudah dianggarkan untuk pengadaan unit baru dan perbaikan, sekaligus juga pengajuan bantuan kepada pemerintah pusat untuk tahun berjalan dan untuk 2025 mendatang, termasuk kebutuhan alat berat pengangkut sampah.

"Penanganan sampah tidak hanya berkutat pada timbulan sampah yang dihasilkan kemudian diangkut ke TPA, namun lebih dari itu, kendati demikian saat ini Pemkot Bogor sedang merintis solusi teknologi modern untuk menangani sampah dalam memenuhi kebutuhan pengelolaan persampahan untuk wilayah perkotaan menuju zero waste," jelasnya.

Hery membeberkan, dalam menangani persampahan langsung dari sumbernya, saat ini Kota Bogor memiliki 32 unit Tempat Pengelolaan sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R), serta 300 bank sampah yang bisa mengurangi 18 persen sampah dari total 700 ton perhari dari timbulan sampah Kota Bogor.

"Akan tetapi jauh dari itu, kami juga ingin membangun kultur dan mindset bahwa yang terpenting adalah bagaimana kami menjaga sustainability, bagaimana kami menjaga proses agar terus menjadi keseharian kami dalam mengelola sampah, yang kadang kadang kami
selesaikan hari itu besoknya muncul lagi," bebernya.

Hery menerangkan, dalam pengelolaan sampah, ada proses bisnis yang bisa disentuh, sehingga menghasilkan solusi jangka panjang untuk keberlanjutan menjaga lingkungan tetap bersih dan berdampak pada solusi berkelanjutan.

"Saat ini Kota Bogor juga sedang dalam proses menjalin kerjasama dalam pengelolaan sampah yang bisa menjadi sumber energi dan sebagainya," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Bogor, Denni Wismanto mengatakan, proses antrean di TPA Galuga saat ini sudah selesai dan perbaikan unit amada pun secara bertahap diselesaikan.

"Ada sekitar empat hingga enam unit lagi yang tersisa untuk diperbaiki. Pemeliharaan armada saat ini berjalan normal," tuturnya.

Deni menambahkan, mengenai keterlambatan pengangkutan pun secara bertahap diselesaikan seperti pengangkutan sampang di Gang Ardio yang juga sudah diangkut.***


Editor : Bsafaat