Warga Citapen KBB Kumpulkan Rp40 Juta untuk Cor Jalan Rusak
Warga Kampung Rancakuda, Citapen, KBB, mengumpulkan Rp40 juta secara swadaya untuk mengecor jalan rusak sepanjang 120 meter.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Keterbatasan anggaran pembangunan di tingkat desa di Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat sejumlah infrastruktur di wilayah permukiman belum tersentuh perbaikan. Kondisi tersebut mendorong warga Kampung Rancakuda, Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, untuk melakukan perbaikan jalan secara swadaya.
Bersama sejumlah donatur, warga berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp40 juta untuk memperbaiki jalan yang telah lama rusak dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Pengecoran jalan dilakukan secara gotong royong pada Sabtu (8/8/2026). Jalan yang diperbaiki memiliki panjang sekitar 120 meter dengan lebar rata-rata 2,5 meter dan berada di RT 01/RW 01, tepat di perbatasan Desa Citapen dan Desa Cihampelas.
Jalur tersebut memiliki peran penting karena menjadi akses alternatif yang menghubungkan permukiman warga dengan jalan raya kabupaten.
anggaran desa Terbatas
Kepala Desa Citapen, Iwan Kristiawan, mengatakan keterbatasan anggaran membuat pemerintah desa tidak dapat melakukan pembangunan infrastruktur jalan kampung seperti sebelumnya.
“Desa juga sudah tidak dapat membangun infrastruktur seperti sebelumnya karena anggaran desa sudah tidak ada lagi untuk membangun jalan kampung,” kata Iwan, Rabu (12/8/2026).
Menurut Iwan, inisiatif warga melakukan perbaikan jalan menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih kuat di tengah keterbatasan anggaran pembangunan.
Ia menambahkan, Pemerintah Desa Citapen tetap memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Salah satunya dengan meminjamkan dua unit mobil pikap untuk mengangkut material beton.
Kendaraan tersebut digunakan karena truk molen tidak dapat masuk hingga lokasi pengecoran akibat kondisi jalan yang sempit.
“Dukungan ini memungkinkan pengecoran tetap berjalan meskipun kondisi medan cukup menantang,” ujarnya.
Dana Rp40 Juta Berasal dari Warga dan Donatur
Ketua pelaksana pengecoran, Asep Eot, mengatakan dana sekitar Rp40 juta seluruhnya berasal dari sumbangan sukarela masyarakat dan para donatur.
Salah satu donatur terbesar dalam kegiatan tersebut adalah Haji Emuh, selain kontribusi dari warga lainnya.
Asep menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena akses jalan harus ditutup sementara selama proses pengecoran berlangsung.
“Saya memohon maaf kepada warga karena sementara jalan ditutup untuk dilakukan pengecoran,” kata Asep.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, baik dalam bentuk dana maupun tenaga.
“Dengan penuh kerendahan hati, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi, baik berupa dana maupun tenaga,” sambungnya.
Masih Ada Jalan yang Perlu Diperbaiki
Meski pengecoran telah dilakukan, Asep mengatakan masih terdapat sejumlah bagian jalan lain yang membutuhkan perbaikan.
Persoalan tersebut menjadi lebih kompleks karena lokasi jalan berada di wilayah perbatasan antara Desa Citapen dan Desa Cihampelas. Karena itu, perbaikan secara menyeluruh membutuhkan koordinasi lintas wilayah dan dukungan lebih luas.
“Termasuk koordinasi lintas wilayah yang lebih luas, bukan sekadar swadaya warga semata,” tandasnya.
Upaya warga Kampung Rancakuda ini menunjukkan bahwa gotong royong masih menjadi solusi di tengah keterbatasan anggaran pembangunan infrastruktur desa. Namun, perbaikan secara swadaya diharapkan tidak menjadi satu-satunya solusi, mengingat masih terdapat sejumlah ruas jalan yang membutuhkan penanganan pemerintah.***
Editor : JakaPermana

