Warga Gunung Sindur Tuntut Peternakan Ayam Ditutup Lantaran Tak Kuat Menahan Bau Menyengat Selama Puluhan Tahun

Ratusan warga berunjukrasa di sebuah peternakan ayam di Desa Pedurenan, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. 

Warga Gunung Sindur Tuntut Peternakan Ayam Ditutup Lantaran Tak Kuat Menahan Bau Menyengat Selama Puluhan Tahun
Ratusan warga yang terdiri dari emak-emak dan pemuda Gunung Sindur tersebut protes dan meminta operasional peternakan ayak tersebut ditutup secara permanen karena berdampak buruk untuk lingkungan dan kesehatan. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Ratusan warga berunjukrasa di sebuah peternakan ayam di Desa Pedurenan, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. 

Ratusan warga yang terdiri dari emak-emak dan pemuda Gunung Sindur tersebut protes dan meminta operasional peternakan ayak tersebut ditutup secara permanen karena berdampak buruk untuk lingkungan dan kesehatan.

"Kami (warga Gunung Sindur) meminta operasional peternakan ayam ditutup permanen, sebab bau menyengat hingga banyaknya lalat yang berasal dari peternakan. Kesehatan lingkungan kami terganggu," ujar Koordinator Aksi Yoga Febriantala kepada wartawan, Jumat 26 Januari 2024.

Yoga menegaskan, warga menolak terkait perpanjangan izin, baik itu bentuk izin lingkungan maupun izin usaha. 

"Kami hari ini menyampaikan aspirasi, bahwa warga menutuntut peternakan ayam ditutup dan izinnya tidak diperpanjang,"  tegasnya.

Ia menjelaskan terkait keluhan warga Desa Pedurenan, mulai dari polusi udara berupa bau ayam maupun kotorannya yang menyengat dan lalat yang sering datang ke rumah-rumah warga sekitar peternakan.

Selain itu,  keberadaan ternak ayam dalam skala besar seharusnya jauh dari pemukiman warga. 

"Sementara keberadaan ternak di Desa Pedurenan hanya sekitar 10 meter dengan pemukiman warga dan ini sudah berjalan pulihan tahun hingga warga tersiksa atau menderiya," jelasnya.

Yoga memaparkan bahwa perwakilan warga dan Pemdes Pedurenan sempat bertemu dengan pihak peternakan untuk mediasi.

Dalam pertemuan itu, pihak pemilik menyatakan siap menghentikan operasional peternakannya.

"Tadi sempat ada pertemuan, yang hadir dari perwakilan Karang Taruna, dari warga diwakili Ketua RT, ada dari pihak pemerintah desa juga. Setelah mendegarkan aspirasi, pemilik ternak siap menghentikan operasional ternaknya, tapi dia minta waktu 30 hari untuk kemas-kemas barang. Pernyataan itu disaksikan semua yang hadir disitu," papar Yoga.

Sementara itu, Waka Polsek Gunung Sindur AKP Lukito Sadoto mengatakan dari hasil mediasi pihak perusahaan telah bersedia menutup operasional peternakan ayam tersebut.

"Namun untuk detailnya nanti pihak perusahaan dan perwakilan warga terdampak yang lebih mengetahui teknisnya," kata AKP Lukito Sadoto. (reza zurifwan)


Editor : Doni Ramdhani