Warga Sekitar Ikutan Panik saat Kebakaran Pabrik Coklat di Dayeuhkolot
Kepulan asap yang membubung tinggi dan memenuhi daerah sekitar pabrik pengolahan coklat di Dayeuhkolot membuat panik warga sekitar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepulan asap yang membubung tinggi dan memenuhi daerah sekitar pabrik pengolahan coklat PT Papandayan (Barry Calabaut) di Jalan Raya Mohamad Toha, Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, membuat panik warga sekitar.
"Kepulan asap kemana-mana bikin perih mata dan mengkhawatirkan. Takutnya api merembet kemana-mana. Semakin panik karena lihat para pegawai dari dalam pabrik berhamburan keluar," kata Tati (38) salah seorang warga pemilik warung di seberang pabrik, Senin 8 November 2021 malam.
Baca Juga: Panel Listrik Diduga Pemicu Kebakaran Pabrik Pengolahan Coklat di Bandung
Menurut Tati, saat kejadian sekitar pukul 15.30 WIB itu, kekhawatiran dan kepanikan sempat menghinggapi perasaan warga disekitar pabrik tersebut. Apalagi, para pegawai yang berhamburan keluar sebagian pegawainya itu duduk-duduk di depan warungnya. Masih dalam kondisi panik dengan wajah lusuh, mereka menceritakan keadaan di dalam pabrik yang dipenuhi api serta kepulan asap perih dan menyesakan nafas.
"Jalan macet parah, kobaran api dengan kepulan asap tebal terlihat membubung dari pabrik di seberang jalan," ujarnya.
Berdasarkan pantauan INILAHKORAN, hingga pukul 19.29 WIB, petugas pemadam kebakaran belum keluar dari pintu gerbang pabrik yang dijaga petugas keamanan. Arus lalu lintas terpantau lancar, sesekali terlihat petugas keamanan mengatur lalu lintas.
Baca Juga: Pabrik Ceres di Dayeuhkolot Terbakar
Diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat yang terjadi di PT Papandayan (Barry Calabaut) pabrik pengolahan coklat di Jalaj Raya Mohamad Toha Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung sore tadi, diduga berasal dari travo pada panel listrik.
Kapolsek Dayeuhkolot Kompol Tedi Rusmana mengatakan, pabrik tersebut merupakan pengolahan bahan baku coklat. Saat kejadian sekitar pukul 15. 30 WIB, para karyawan yang tengah bekerja berhamburan keluar. Sebagian dari para pegawai ini juga sempat berusaha memadamkan api, namun kobaran api semakin membesar. Sehingga, pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung menerjunkan delapan unit armada pemadam.
"Tidak ada korban jiwa, karena semua pegawai langsung berhamburan keluar. Dugaan sementara penyebabnya dari panel listrik," kata Tedi di lokasi kejadian, Senin 8 November 2021.
Baca Juga: Api di Pabrik Samping PT Ceres Masih Berkobar, Damkar Kabupaten Bandung Terjunkan 8 Unit Armada
Selain menurunkan armada pemadam kebakaran, kata Tedi, satu unit ambulance juga disiapkan. Untuk mengantisipasi adanya korban yang memerlukan bantuan. Karena memang kobaran api juga disertai kepulan asap pekat yang membuat sesak pernapasan serta menghalangi pandangan mata.
"Kepanikan dari para pekerja memang terjadi. Karena memang saat jam kerja, tapi Alhamdulilah meskipun kepulan asap sangat pekat, perih dan menyesakan nafas tidak ada korban jiwa," ujarnya.***(dani r nugraha)
Editor : inilahkoran


