Mangkrak 16 Tahun, Mahasiswi Ini Ingin Jual Ginjal Demi Bangun Jembatan untuk Warga Desanya
Alin Panglima mendadak viral usai dirinya mengunggah foto yang berisikan promosi untuk menjual ginjalnya demi membangun jembatan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Nama Alin Pangalima mendadak viral di media sosial usai dirinya mengunggah foto yang berisikan promosi untuk menjual ginjalnya demi membangun jembatan di desanya.
Dalam unggahannya di Facebook, Alin Pangalima yang merupakan mahasiswi di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara itu berniat menjual ginjalnya untuk membantu pembangunan jembatan yang telah mangkrak selama belasan tahun.
"Soalnya dana daerah katanya ndak cukup untuk membiayai pembangunan jembatan yang sudah 16 tahun mangkrak. Mungkin 'ginjal' saya bisa sedikit membantu," tulis Alin.
Baca Juga: Lepas Erling Haaland ke Man City, Borussia Dortmund Langsung Datangkan Striker Ini
Tak hanya asal ingin menjual ginjalnya untuk pembangunan jembatan, Alin juga menjelaskan beberapa alasan mengapa jembatan di desanya harus diperjuangkan.
Pertama, Alin mengatakan bahwa saat terjadi hujan deras dan sungai meluap, akses penghubung antar desa menjadi terputus hingga ditakutkan akan ada korban jiwa.
"Ketika terjadi banjir dan sungai meluap, maka akses penghubung antara Ollot dan Goyo akan seekstrem ini. Bayangkan jika ada orang yang lagi sial terus masuk ke dalam sungai lalu tenggelam dan meninggal, siapa yang bertanggung jawab?," kata Alin.
Tak hanya itu, menurut Alin selama ini warga yang akan menyeberangi sungai dengan rakit harus mengeluarkan uang yang jika dihitung dalam sebulan memakan jumlah yang lumayan besar.
Baca Juga: Ngeri! Kanit Resmob Polda Jambi Ditombak Begal, Begini Kronologi Lengkapnya
"Saat sungai normal, biayanya 3.000 rupiah sekali lewat. Bayangkan masyarakat berapa kali lewat dalam sebulan di tempat ini," ujarnya.
"Belum lagi jika sungai sedang banjir dan air meluap bagaikan janji pemda, biayanya jadi berlipat ganda, 10.000 rupiah sekali lewat," lanjutnya.
Ia juga menyayangkan mangkraknya pembangunan jembatan yang hanya terdapat tiangnya tersebut mencerminkan kegagalan pemerintah daerah.
Selain itu, Alin mengatakan bahwa selama ini banyak kecelakaan karena belum adanya akses jembatan di sungai tersebut.
Dirinya juga merasa Dusun Goyo menjadi lebih tertinggal dibandingkan dengan dusun lainnya.
Baca Juga: Timnas Indonesia Bantai Timor Leste 4-1, Shin Tae Yong Tak Puas Gara-gara Ini
"Ketertinggalan itu membuat siapapun yang pernah menginjakkan kaki langsung di tanah Goyo akan tahu bagaimana sulitnya masyarakat," jelasnya.
Tak hanya mempermasalahlkan soal pembangunan jembatan yang mangkrak, Alin juga menyebut bahwa di Dusun Goyo masih ada jalan yang belum di aspal.
Dia berharap tahun ini pembangunan jalan di Goyo bisa terlaksana.***
Editor : inilahkoran


