Wasiat Terakhir Epy Kusnandar Terungkap, Tinggalkan Pesan Mendalam untuk Keluarga
Ini wasiat Epy Kusnandar yang sempat disampaikannya beberapa waktu lalu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Aktor senior Epy Kusnandar ternyata sempat menyampaikan keinginan terakhirnya sebelum tutup usia.
Dalam sebuah wawancara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Minggu (6/7), pemeran Kang Mus dalam Preman Pensiun itu mengungkapkan hasrat mendalam untuk dimakamkan di kampung halamannya, Garut, tepat di dekat makam ibunya.
“Saya serius. Kalau saya meninggal dunia, saya ingin dimakamkan di Garut, dekat ibu saya. Kalaupun tidak berdampingan, minimal berdekatan,” ujar Epy saat itu.
Keinginan tersebut lahir bukan hanya karena kerinduan pada mendiang ibunya, tetapi juga karena harapannya untuk melihat keluarganya lebih rukun dan dekat. Ia berharap kampung halaman bisa menjadi ruang yang mempertemukan kembali keluarganya.
“Saya punya adik, ingin lebih akur. Jalan satu-satunya ya kumpul di kampung,” tambah suami Karina Ranau itu.
Pemikiran Epy tentang kematian semakin mendalam setelah ia memainkan peran mayat hidup dalam film horor Selepas Tahlil. Pengalaman itu meninggalkan kesan kuat dan membuatnya sering merenungi makna hidup.
“Kirain gampang, ternyata menyakitkan. Mati yang menyimpan utang perasaan, pikiran. Saya takut ini beneran,” ungkapnya dengan nada haru.
Perjalanan hidup Epy juga pernah diwarnai ujian berat ketika pada 2010 dokter memprediksi usianya hanya tersisa empat bulan akibat tumor otak. Meski dianggap sebagai “candaan dalam duka”, prediksi itu tetap meninggalkan trauma mendalam.
“Waktu itu dibisikin dokter. Saya coba anggap candaan, tapi dalam hati tetap ada rasa takut,” kenangnya.
Beruntung, kondisi Epy berangsur membaik hingga akhirnya sembuh dan kembali beraktivitas di dunia hiburan. Ia menyebut ketenangan batin sebagai kunci pemulihannya.
“Alhamdulillah saya bisa sembuh. Kuncinya menenangkan diri dan tidak terlalu banyak berpikir berat,” tuturnya.
Dalam banyak kesempatan, Epy juga kerap merenungi arti usia, menyadari bahwa pertambahan tahun sejatinya adalah berkurangnya waktu hidup.
“Setiap usia bertambah, saya selalu ingat momen itu. Dari 52 ke 53, lalu 54… apakah saya masih ada? Sekarang sudah 61, saya sadar umur itu sebenarnya berkurang,” ucapnya.
Kepergian Epy Kusnandar meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, hingga para penggemarnya. Ia dikenal bukan hanya sebagai aktor berkarisma, tetapi juga sosok hangat yang selalu mensyukuri setiap bagian hidupnya.
Editor : Firda Rachmawati


