Waspada Penyebaran Campak, Dinkes KBB Catat 14 Kasus di Tahun 2026

Dinkes KBB mewaspadai penyebaran penyakit campak dan mencatat sebanyak 14 kasus terjadi di 2026

Waspada Penyebaran Campak, Dinkes KBB Catat 14 Kasus di Tahun 2026
Dinkes KBB mewaspadai penyebaran penyakit campak dan kini sudah tercatat sebanyak 14 kasus. Foto ilustrasi penyakit campak

INILAHKORAN.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah menyiapkan serangkaian langkah preventif dan penanganan untuk menghadapi potensi penyebaran virus campak, mengingat kasus yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia saat ini.

Pasalnya, pihaknya mencatat sebanyak 14 kasus positif campak sepanjang tahun 2026 telah dinyatakan sembuh total. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes KBB, Lia Nurliana Sukandar menjelaskan, data kasus berasal dari hasil pengujian sampel yang dikirimkan ke laboratorium Biofarma dalam dua tahap pengiriman.

“Kita memiliki 14 kasus positif campak, namun semua pasien telah melalui proses perawatan dan dinyatakan sembuh,” kata Lia, Senin 30 Maret 2026.

Menurutnya, virus campak dapat menyerang berbagai kelompok usia, mulai dari balita hingga dewasa. Dinkes KBB menggarisbawahi pentingnya pencegahan dengan imunisasi yang diselenggarakan pada usia anak 9 bulan dan 18 bulan.

campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Meskipun daya tahan tubuh yang baik dapat membantu proses penyembuhan, konsumsi makanan bergizi serta pemberian vitamin A juga berperan efektif dalam mengantisipasi dan menangani kasus campak,” jelasnya.

Selain upaya pencegahan, lanjut Lia, pihaknya juga telah memastikan kesiapan seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus. Salah satu persiapan utama adalah penyediaan ruang isolasi khusus bagi pasien campak.

“Pasien yang terinfeksi virus campak memerlukan perawatan terpisah untuk mencegah penyebaran lebih lanjut," ujarnya.

"Saat ini kita telah mendata sebanyak 57 tempat tidur yang siap digunakan sebagai ruang isolasi di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah KBB,” ucapnya.

Tak hanya fasilitas, Dinkes KBB juga telah menyiapkan tenaga kesehatan yang terlatih, persediaan obat-obatan, serta vaksin campak sebagai bagian dari langkah antisipatif yang komprehensif.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak merespon dengan panik terhadap perkembangan kasus campak, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi campak sesuai jadwal.

“Bagi masyarakat yang mengalami gejala khas campak, seperti demam disertai ruam pada kulit dan kondisi mata merah, diimbau untuk segera menghubungi atau membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan tepat waktu dan mencegah kondisi menjadi lebih parah,” tandasnya.***


Editor : Ahmad Sayuti