Waspadai Cuaca Ekstrem di Wilayah Jabodetabek dan Sekitarnya

Waspada adanya potensi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya selama dua hari ke depan hingga 21 Januari 2022.

Waspadai Cuaca Ekstrem di Wilayah Jabodetabek dan Sekitarnya
Ilustrasi hujan badai.

INILAHKORAN, Bandung - Waspada adanya potensi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya selama dua hari ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau sejumlah wilayah Jabodetabek.

Hal tersebut seiring adanya peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Tanah Air selama kurun waktu dua hari ke depan, termasuk di wilayah Jabodetabek.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Bandung Kamis 20 Januari 2022: Berpotensi Hujan di Siang Hari

"Sebagian besar wilayah Jabodetabek termasuk wilayah yang diprediksikan mengalami puncak musim hujan dalam periode Januari ini," terang Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto dikutip pada Rabu 20 Januari 2022.

Menurutnya, berdasarkan hasil analisa dinamika atmosfer menunjukkan adanya peningkatan aktivitas Monsun Asia yang terlihat dari angin barat yang cukup kuat di Indonesia bagian selatan.

"Munculnya pola tekanan rendah di Laut Arafuru bagian timur sehingga membentuk pola pertemuan massa udara dan belokan angin di wilayah selatan Indonesia," tutur Guswanto.

"Kemudian turut mengintensifkan pembentukan awan hujan di wilayah Jabodetabek, yang juga didukung oleh labilitas udara dalam skala lokal," sambungnya.

Baca Juga: Pejabat Pemkot Bekasi Dicecar Soal Aliran Dana ke Pepen

Melihat kondisi tersebut, BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi di sejumlah wilayah Jabodetabek sebagai berikut

1. 20 Januari 2022: Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi.

2. 21 Januari 2022: Kepulauan Seribu dan Bogor.

BMKG pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode 3 hari ke depan yang dapat berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.***


Editor : inilahkoran