Waspadai Kolesterol dan Asam Urat Saat Idul Adha, Ini Tips Sehat ala dr Zaidul Akbar

Berikut ini tips sehat ala dr Zaidul Akbar untuk mewaspadai kolesterol dan asam urat.

Waspadai Kolesterol dan Asam Urat Saat Idul Adha, Ini Tips Sehat ala dr Zaidul Akbar

INILAHKORAN - Perayaan Idul Adha identik dengan hidangan berbahan dasar daging kambing dan sapi. Meski menggugah selera, konsumsi daging berlebih bisa memicu lonjakan kolesterol dan asam urat, terutama pada orang lanjut usia, bahkan kalangan muda.

Mengutip dari laman Alodokter, kolesterol tinggi dan asam urat kerap tidak menunjukkan gejala yang jelas. Banyak kasus baru terdeteksi ketika sudah memasuki fase komplikasi.

Meski begitu, gejala yang kerap dirasakan masyarakat antara lain pegal-pegal dan nyeri sendi, yang dianggap sebagai sinyal awal peningkatan kadar kolesterol atau asam urat.

Menanggapi hal ini, dr Zaidul Akbar memberikan tips agar tubuh tetap bugar sebelum dan setelah Idul Adha. Ia menekankan pentingnya menjalani pola hidup sehat yang sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

“Sebenarnya banyak penyakit masa kini, seperti kolesterol, asam urat, dan tekanan darah tinggi bisa ditangani dengan pola hidup yang sederhana namun konsisten,” ujarnya melalui kanal YouTube-nya, Senin 2 Juni 2025.

Ia memperkenalkan rumus kesehatan yang ia sebut sebagai “8 + 3 + B”. Angka 8 merujuk pada kebiasaan puasa Senin dan Kamis, 3 berarti puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 tiap bulan Hijriah), dan B adalah bekam, yaitu metode pengobatan alternatif yang disebut mampu membantu mengeluarkan racun dari tubuh.

Menurut dr Zaidul, puasa berperan besar dalam proses detoksifikasi alami tubuh. “Saat kita berpuasa, tubuh melakukan pembersihan diri. Sel-sel yang rusak akan mati dengan sendirinya, ini proses alami yang sangat bermanfaat,” terangnya.

Sayangnya, lanjut dia, banyak orang justru menjadikan momen puasa, khususnya Ramadan, sebagai ajang pesta makanan, bukan perbaikan kesehatan dan spiritualitas. “Kita justru sibuk memilih menu berbuka daripada memanfaatkan momen ini untuk menyucikan tubuh dan hati,” ucapnya.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat menjadikan momen Idul Adha dan puasa sunnah sebagai kesempatan memperbaiki gaya hidup, bukan sekadar ritual ibadah. Dengan menjaga pola makan dan rutin melakukan puasa sunnah serta terapi bekam, risiko kolesterol dan asam urat dapat ditekan secara alami.


Editor : Firda Rachmawati