Berikut 6 Manfaat Jahe untuk Kesehatan yang Jarang Orang Tahu Menurut Hasil Penelitia
Ternyata ada 6 manfaat jahe untuk kesehatan yang belum banyak orang ketahui dari hasil penelitian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Hampir semua orang pasti mengetahui apa itu jahe yang merupakan salah satu rempah-rempah yang paling mudah ditemukan dan setiap rumah umumnya memiliki jahe di dapur mereka.
jahe biasanya digunakan untuk menambah cita rasa pada makanan manis dan gurih serta memiliki berbagai manfaat kesehatan.
jahe termasuk dalam famili Zingiberaceae, dan memiliki hubungan dekat dengan kunyit, kapulaga, dan lengkuas.
Rimpang, atau bagian batang yang berada di bawah tanah, adalah bagian yang umum digunakan sebagai rempah. Bagian ini sering disebut akar jahe atau hanya jahe.
Namun ternyata jahe memiliki segudang manfaat bagi kesehatan khususnya kesehatan yang jarang orang ketahui.
Manfaan jahe untuk kesehatan
1. Mengandung Gingerol, yang Memiliki Khasiat Obat yang Ampuh
Gingerol adalah senyawa bioaktif utama dalam jahe. Senyawa ini bertanggung jawab atas banyak potensi khasiat obat jahe.
Menurut riset, hal ini dapat membantu mengurangi stres oksidatif, yang disebabkan oleh terlalu banyaknya radikal bebas dalam tubuh.
2. Dapat Membantu Mengatasi Osteoartritis
Osteoartritis (OA) melibatkan degenerasi sendi, yang menyebabkan gejala seperti nyeri sendi dan kekakuan.
jahe mungkin dapat membantu mengurangi rasa sakit. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
3. Dapat Menurunkan Kadar Gula Darah
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat membantu menurunkan atau mengelola kadar gula darah.
Ulasan tahun 2022 ditemukan penurunan signifikan pada kadar gula darah puasa dan HbA1c pada penderita diabetes tipe 2 setelah mengonsumsi suplemen jahe.
Tinjauan tersebut meneliti hasil dari 10 uji coba, di mana peserta mengonsumsi 1.200 hingga 3.000 miligram (mg) per hari selama 8 hingga 13 minggu.
Hasil penelitian tidak menunjukkan bahwa suplemen jahe memengaruhi profil lipid.
Sebuah tinjauan tahun 2019 juga menemukan bukti bahwa jahe dapat mengurangi HbA1c pada penderita diabetes tipe 2, tetapi para penulis tidak menyimpulkan bahwa jahe dapat menurunkan kadar gula darah puasa.
Sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa mengonsumsi suplemen bubuk jahe sebanyak 2 gram selama 12 minggu dapat meningkatkan kadar apolipoprotein B, apolipoprotein AI, dan malondialdehyde (MDA) pada penderita diabetes tipe 2 dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Namun, ini hanyalah sebuah studi kecil, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hasil ini.
4. Dapat Membantu Menurunkan Kadar kolesterol
Di ulasan tahun 2022 dari 26 percobaan, para peneliti menemukan bahwa konsumsi jahe secara signifikan mengurangi trigliserida dan kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL), sementara meningkatkan kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL), atau kolesterol "baik".
Diperlukan lebih banyak penelitian. Bicaralah dengan dokter jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kadar kolesterol Anda.
Dokter Anda dapat memberi saran apakah jahe dapat membantu, serta merekomendasikan metode lain untuk mengelola kolesterol.
5. Dapat Membantu Mengurangi Risiko kanker
jahe mungkin memiliki sifat antikanker karena kandungan gingerol dan berbagai senyawa antioksidan serta antiinflamasi lainnya.
Menurut sebuah tinjauan tahun 2022, studi in vitro menunjukkan bahwa jahe dapat membantu mencegah sel kanker.
Namun, tinjauan tersebut juga mencatat bahwa uji klinis tidak mendukung temuan ini dan memiliki hasil yang tidak konsisten.
Sebagian besar penelitian yang berkaitan dengan jahe dan risiko kanker belum melibatkan manusia.
Meskipun jahe mungkin memiliki beberapa khasiat antikanker, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
6. Dapat Meningkatkan Fungsi Otak dan Melindungi Terhadap Penyakit Alzheimer
Beberapa penelitian tahun 2022, menunjukkan bahwa 6-shogaol dan 6-gingerol senyawa dalam jahe dapat membantu mencegah kondisi degeneratif seperti penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, dan multiple sclerosis.
Stres oksidatif dan peradangan kronis mungkin merupakan pemicu utama penyakit Alzheimer dan penurunan kognitif terkait usia.
jahe mungkin dapat membantu melindungi terhadap hal-hal tersebut, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.***
Editor : Irma Nurfajri


