Ferdiansyah Dorong Sekolah Ubah Sampah Jadi Sumber Pendanaan Alternatif

Anggota Komisi X DPR RI  Ferdiansyah mendorong kepala sekolah berpikir lebih inovatif dalam mencari sumber pendanaan pendidikan

Ferdiansyah Dorong Sekolah Ubah Sampah Jadi Sumber Pendanaan Alternatif
Anggota Komisi X DPR RI, H. Ferdiansyah, SE, MM saat memberikan pemaparan di hadapan ratusan kepala sekolah.

INILAHKORAN.ID - Anggota Komisi X DPR RI  Ferdiansyah mendorong kepala sekolah berpikir lebih inovatif dalam mencari sumber pendanaan pendidikan. Salah satu gagasan yang ditawarkan yakni memanfaatkan sampah menjadi produk bernilai ekonomi, mulai dari pupuk organik hingga bahan baku daur ulang.


Gagasan tersebut disampaikan Ferdiansyah saat kegiatan Penguatan Ekosistem Kepemimpinan sekolah Melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam bersama Direktorat Kepala sekolah, Pengawasan sekolah dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Hotel Horison Tasikmalaya, Sabtu (20/6/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Kepala sekolah, Pengawasan sekolah dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Dr. Iwan Junaedi, S.Si., M.Pd., Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Negara, serta Kepala sekolah yang ada di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya Serta Kabupaten Garut.


Dalam paparannya, Ferdiansyah menampilkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2025 yang mencatat timbunan sampah di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya mencapai 121.962,85 ton per tahun. Dari jumlah itu, sampah yang terkelola baru sekitar 20.160,14 ton, sementara sekitar 80.762,55 ton berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).


Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi peluang bagi sekolah untuk membangun kolaborasi dengan masyarakat sekitar, khususnya petani.


"Kalau kepala sekolah melihat persoalan lingkungan, kenapa tidak bersinergi dengan petani. Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk, kemudian ditukar dengan hasil pertanian seperti singkong. Ini bisa menjadi alternatif pembiayaan sekolah," ujarnya.


Ia menilai bantuan dana Bantuan Operasional sekolah (BOS) masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan operasional sekolah. Karena itu, kepala sekolah perlu memiliki kemampuan melihat potensi lingkungan sebagai peluang pengembangan sekolah.


Selain pupuk organik, Ferdiansyah juga mengusulkan pemanfaatan sampah plastik menjadi berbagai produk bernilai ekonomi melalui kerja sama dengan investor, seperti pembuatan bangku sekolah dari plastik daur ulang.


"Yang kita inginkan kepala sekolah berpikir lebih luas, jeli, dan cermat terhadap persoalan di lingkungannya. Potensi yang ada harus bisa diberdayakan untuk mendukung kemajuan sekolah," katanya.


Melalui pendekatan tersebut, ia berharap kepemimpinan sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian pembiayaan sekolah.***


Editor : JakaPermana