Yusfitriadi Sebut Jaro Ade-Pasha Ungu akan Bertanding dengan Elly Yasin-Anang Hermansyah di Pilbup Bogor

Pengamat politik dan kebijakan publik Yusfitriadi memprediksi Pilbup Bogor cenderung terpengaruhi persaingan pada Pilpres 2024.

Yusfitriadi Sebut Jaro Ade-Pasha Ungu akan Bertanding dengan Elly Yasin-Anang Hermansyah di Pilbup Bogor
Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang terdiri dari Partai Golkar, PAN, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PBB, Partai Gelora, PSI dan Partai Garuda disebut Yusfitriadi bakal mengusung Jaro Ade-Pasha Ungu. (tangkapan layar)

INILAHKORAN, Bogor - Pengamat politik dan kebijakan publik Yusfitriadi memprediksi Pilbup Bogor cenderung terpengaruhi persaingan pada Pilpres 2024.

Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang terdiri dari Partai Golkar, PAN, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PBB, Partai Gelora, PSI dan Partai Garuda disebut Yusfitriadi bakal mengusung Jaro Ade-Pasha Ungu.

Sementara, Koalisi Ganjar-Mahfud yang terdiri dari PDIP, PPP, Partai Hanura dan Partai Perindo bakal mengusung Elly Yasin-Anang Hermansyah.

Sedangkan, Koalisi Perubahan yang terdiri dari Partai Nasdem, PKB, PKS dan Partai Ummat bakal mencari figur untuk menjadi Cabup-Cawabup Bogor atau bergabung dengan dua pasangan Jaro Ade-Pasha Ungu atau Elly Yasin-Anang Hermansyah.

"Saya memprediksi untuk Pilbup Bogor bakal diramaikan dengan pasangan politisi dan artis, yaitu Jaro Ade-Pasha Ungu bakal 'bertanding' dengan Elly Yasin-Anang Hermansyah," kata Yusfitriadi kepada wartawan, Kamis, 1 Februari 2024.

Yusfitriadi menuturkan 'pertandingan' dua pasangan bakal Cabup-Cawabup karena Elly Yasin-Anang Hermansyah berpotensi tidak terpilih sebagai anggota DPR-RI dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor.

"Elly Yasin berpotensi tidak terpilih sebagai anggota DPR-RI karena PPP tidak masuk parlementary treshold, sementara Anang Hermansyah kalah bersaing dengan Adian Napitupulu yang sesama Caleg DPR-RI dari PDIP," tuturnya.

Ia melanjutkan bahwa Partai Gerindra bakal legowo tidak mencalonkan kadernya sebagai Cabup maupun Cawabup, apabila Jaro Ade dan Partai Golkar berperan besar menjadikan Prabowo-Gibran sebagai Presiden-Wakil Presiden Republik Indonesia.

"Tujuan utama Partai Gerindra itu memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden, ada konsensus atau perjanjian antara Ketum Partai Gerindra dan Partai Golkar, bahwa pasca menang akan menyerahkan tiket calon kepala daerah ke Partai Golkar. Sedangkan calon kuat Partai Gerindra yaitu Rudy Susmanto, ditugaskan kembali sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor," lanjut Yusfitriadi. (reza zurifwan)


Editor : Doni Ramdhani