Yusfitriadi Sebut Penanganan Bayi Stunting di Kabupaten Bogor Tidak Serius

Jumlah bayi stunting atau lambat pertumbuhan di Kabupaten Bogor mencapai 27,6 persen dari jumlah total bayi atau termasuk zona merah di tingkat nasional.

Yusfitriadi Sebut Penanganan Bayi Stunting di Kabupaten Bogor Tidak Serius
Pegamat politik dan kebijakan publik Yusfitriadi/Reza Zurifwan

INILAHKORAN, Bogor-Jumlah bayi stunting atau lambat pertumbuhan di Kabupaten Bogor mencapai 27,6 persen dari jumlah total bayi atau termasuk zona merah di tingkat nasional.

Di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bogor pun berada di peringkat dua terbanyak jumlah bayi stuntingnya, dibawah Kabupaten Bandung.

Pegamat politik dan kebijakan publik Yusfitriadi menilai bahwa Pemkab Bogor tidak serius menangani permasalahan bayi stunting, walaupun ada program bapak asuh yang digaungkan Penjabat Bupati Bogor AsmawaTosepu.

Baca Juga : Jaro Ade dan Rudy Susmanto Siap Bersama-sama Membangunkan Raksasa Tidur

"Pemkab Bogor tidak serius, itu dilihat dari kebijakan atau porsi anggaran dalam penanganan bayi stunting yang terbilang minim," ujar Yusfitriadi kepada wartawan, Kamis, 13 Juni 2024.

Yusfitriadi menjelaskan bahwa Asmawa Tosepu dilantik menjadi Penjabat Bupati Bogor, ketika APBD Tahun 2024 sudah tinggal disetujui oleh Pemprov Jawa Barat.

Akibatnya, ia hanya melaksanakan program kerja Bupati Bogor sebelumnya. Sedangkan hasil Survey Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 Kabupaten Bogor masuk   zona merah di tingkat nasional.

Baca Juga : Publik Puas Terhadap Kinerja Bima Arya Jadi Wali Kota, Angkanya Capai 82,1 Persen

"Asmawa Tosepu hanya melaksanakan, hingga tidak bisa berbuat banyak dalam penanganan bayi stunting di Kabupaten Bogor yang masuk ke dalam zona merah di tingkat nasional," jelasnya.

Halaman :


Editor : JakaPermana