Zakat Fitrah KBB Naik, Target Rp35 Miliar dari Potensi Rp60 Miliar
Meskipun besaran zakat fitrah KBB mengalami kenaikan namun Baznas tetap menargetkan angka realistis dari potensi pendapatan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – besaran zakat fitrah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tahun 2026 mengalami kenaikan menjadi Rp40.500 per jiwa, naik dari Rp38.500 pada tahun sebelumnya.
Ketua Baznas KBB Iing Nurdin menjelaskan, penyesuaian nilai disesuaikan dengan fluktuasi harga beras. Menurutnya, penerimaan zakat fitrah di KBB sebagian besar terbagi rata antara bentuk uang dan beras.
"Wilayah selatan biasanya lebih banyak menggunakan beras, sedangkan wilayah perkotaan seperti Lembang, Parongpong, Cisarua, dan Padalarang cenderung membayarkan dalam bentuk uang. Kedua bentuk tersebut kami terima dengan baik," kata Iing saat ditemui, Kamis 5 Maret 2026.
Iing menuturkan, hasil zakat fitrah yang terkumpul kemudian dialirkan kembali ke masyarakat melalui Unit Pengelola zakat (UPZ) tingkat kecamatan dan desa dalam berbagai program, seperti sunatan massal.
"Secara pembagian porsi, 87,5 persen zakat fitrah disalurkan langsung di tingkat Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), sedangkan sisanya 12,5 persen sebagai hak amil dibagikan kepada panitia zakat masjid, UPZ desa, UPZ kecamatan, dan Baznas KBB untuk diimplementasikan dalam program masyarakat," tuturnya.
Berdasarkan data pihaknya, tercatat total penerimaan zakat fitrah tahun lalu mencapai Rp29 miliar (baik uang maupun beras), meskipun sebelumnya ada catatan sementara sebesar Rp17 miliar dari laporan UPZ kecamatan.
Sedangkan potensi zakat fitrah di KBB sebenarnya bisa mencapai Rp60 miliar, mengacu pada jumlah penduduk Muslim yang diperkirakan sekitar 1,5 juta jiwa dikalikan dengan besaran zakat fitrah tahun ini.
"Kita menetapkan target realistis sebesar Rp35 miliar untuk tahun ini, karena tidak semua zakat fitrah masuk ke kanal Baznas," ujarnya.
"Banyak masyarakat yang masih memberikan zakat secara tradisional kepada ustadz, kiai, atau lembaga zakat lain di luar Baznas," bebernya.
Iing menyebut, untuk wilayah yang memiliki administrasi pengumpulan terbaik tahun lalu, yakni Lembang, yang tidak hanya memiliki jumlah penduduk terbesar namun juga tingkat literasi administrasi panitia zakat yang sudah baik.
"Kami berharap agar media dapat membantu mensosialisasikan pentingnya pengelolaan zakat melalui lembaga yang sah secara syar'i dan legal, sekaligus menghargai kebiasaan masyarakat yang sudah ada," tandasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

