104 Warga Terdampak Longsor di Lembang Diungsikan ke Masjid, Jeje Siapkan Tempat Pengungsian yang Lebih Layak
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan asesmen di sejumlah lokasi bencana longsor di Kecamatan Lembang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan asesmen di sejumlah lokasi bencana longsor di Kecamatan lembang.
Kampung Areng, RT 01 RW 11, Desa Wangunsari, BPBD mencatat sebanyak 21 rumah terdampak dengan jumlah warga yang terdampak longsor sebanyak 104 jiwa.
Kendati demikian, ratusan jiwa penduduk kampung tersebut telah meninggalkan kediaman mereka usai rumah mereka rusak diterjang bencana longsor yang terjadi pada Jumat 16 Mei 2025 pagi itu.
Para warga terpaksa diungsikan ke masjid di kampung tersebut demi menghindari adanya bencana longsor susulan yang masih berpotensi terjadi.
"Kami telah melakukan pengecekan langsung di lokasi longsor Wangunsari hari ini. Berdasarkan data dari BPBD, terdapat 21 rumah yang terdampak," kata Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, Minggu 18 Mei 2025.
"Dari jumlah tersebut, 4 rumah mengalami kerusakan berat dan 2 lainnya mengalami kerusakan sedang. Sebanyak 104 jiwa saat ini mengungsi," sambungnya.
Menurutnya, memastikan keselamatan seluruh warga dari potensi ancaman longsor susulan menjadi prioritas utama pemda saat ini.
Tak cuma itu, sambung Jeje, pemkab bakal segera menyiapkan tempat pengungsian yang lebih layak dan representatif bagi para korban. Pasalnya, kondisi pengungsian di masjid saat ini dinilai kurang ideal mengingat jumlah pengungsi korban longsor dan luas ruangan masjid cukup sempit.
"Kondisinya memang berdesakan, tetapi yang terpenting saat ini adalah seluruh warga aman terlebih dahulu," ujarnya.
"Kami akan segera mengupayakan tempat pengungsian yang lebih layak agar mereka dapat beristirahat dengan tenang," jelasnya.
Kendati warga yang terdampak mencapai ratusan jiwa, namun orang nomor satu di KBB itu memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut walaupun sempat ada dua korban yang tertimbun setengah badan.
"Bencana longsor itu diduga terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah lembang selama dua hari terakhir, hujan deras itu memicu struktur tanah yang labil sehingga menyebabkan bencana," ujarnya.
"Jika kita amati, kondisi tanah di lokasi berdirinya rumah-rumah warga memang sangat labil. Apalagi dengan curah hujan yang tinggi, kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke area longsor demi menghindari potensi longsor susulan," sambungnya.
Salah seorang pengungsi, Siti Nurjanah mengatakan alasan memilih untuk mengungsi bersama warga lainnya lantaran khawatir akan potensi longsor susulan yang bisa terjadi kapan saja menjadi pertimbangan utama.
Dirinya juga mengaku, rumahnya mengalami kerusakan berupa retakan-retakan yang semakin memperparah.
"Rumah rusak dan sudah retak-retak, khawatir kalau masih tinggal di rumah. Jadi sekarang mengungsi saja dulu, demi keselamatan," katanya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti


