12 Tahun Jalan Rusak, Warga Buat Kuburan Peringatan
Media sosial kembali diramaikan oleh aksi protes warga Desa Luwung Kencana, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. Mereka menyoroti kondisi jalan rusak parah diwilayahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon – Media sosial kembali diramaikan oleh aksi protes warga Desa Luwung Kencana, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. Mereka menyoroti kondisi jalan rusak parah diwilayahnya.
Sebagai bentuk protes, warga lalu menanam pohon pisang di tengah jalan dan mendirikan "kuburan" dengan tulisan satir "Pelan-pelan Rumah Sakit Mahal. Selamat datang di wisata jalan berlubang, nikmati fasilitas Anda karena pemerintah sudah tidak lagi mempedulikan."
Alhasil, aksi itu memicu perhatian publik dan menjadi perbincangan luas. Menurut Nata (70), warga setempat, kondisi jalan tersebut sudah rusak selama lebih dari satu dekade tanpa ada perbaikan dari pemerintah.
"Jalan ini adalah penghubung utama antara Desa Luwung Kencana dan Desa Ujung Gebang. Sudah sekitar 12 tahun tidak diperbaiki," ujar Nata, Jumat 3 Juni 2025.
Menurutnya, masalah semakin parah saat musim hujan. Karena tidak adanya sistem drainase, menyebabkan air dari sawah meluap ke jalan, membuat genangan setinggi mata kaki orang dewasa. Beberapa titik jalan bahkan terkikis oleh derasnya aliran air hujan.
"Kami warga sudah sering gotong royong memperbaiki jalan, tapi kerusakan semakin meluas," jelasnya.
Nata dan warga lain berharap pemerintah segera memperbaiki jalan serta membangun sistem drainase yang memadai. Mereka yakin jalan akan lebih awet jika tidak lagi tergenang air.
"Kami hanya ingin jalan ini aman untuk dilewati. Semoga aspirasi kami didengar dan ditindaklanjuti," ungkap Nata.
Sementara, anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Dapil 3, Abdul Kodir, mengunjungi lokasi untuk menampung aspirasi warga. Ia mengakui, kondisi jalan sangat memprihatinkan dan sering memicu kecelakaan. Dia mengaku, akan memperjuangkan masalah tersebut ke Pemkab Cirebon.
"Kerusakan jalan ini luar biasa. Banyak pengendara jatuh, terutama saat musim hujan karena jalannya sangat licin. Saya akan perjuangkan agar perbaikan segera direalisasikan," janjinya.
Kodir menilai, protes kreatif warga seperti menanam pohon pisang dan membuat kuburan, menunjukkan kekesalan masyarakat yang sudah lama tidak diperhatikan. Ia berharap pemerintah segera bertindak agar tidak ada lagi korban kecelakaan.
Dia berharap, Pemerintah daerah segera merespons keluhan warga. Ini supaya, fasilitas infrastruktur dapat mendukung aktivitas masyarakat tanpa membahayakan keselamatan mereka.***
Editor : JakaPermana

