12.508 Peserta Ikut UTBK di Unsika Karawang
Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) melaksanakan ujian tulis berbasis komputer seleksi nasional berdasarkan tes (UTBK SNBT), Selasa (21/4/26).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID- Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) melaksanakan ujian tulis berbasis komputer seleksi nasional berdasarkan tes (UTBK SNBT), Selasa (21/4/26). Sebanyak 12.508 peserta mengikuti ujian di kampus 2 Unsika sejak pagi hari. Banyaknya peserta membuat ujian dilaksanakan 20 sesi selama 10 hari.
Rektor Unsika Ade Maman mengatakan pelaksanaan UTBK tahun 2026 terjadi kenaikan peserta. Tahun 2025 sebanyak 11 ribu naik menjadi 12.508 peserta. Ujian dilaksanakan satu gelombang selama 10 hari. " peserta sudah dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan memilih lokasi ujian di Unsika, " kata Ade Maman saat meninjau lokasi ujian di Unsika 2.
Menurut Ade Maman dari 12.508 peserta jalur SNBT di Unsika memperebutkan kursi 1.763 kursi yang tersebar di berbagai program studi. Karena jumlah peserta membeludak pelaksanaan ujian tidak hanya di satu tempat tetapi juga berlangsung di dua lokasi mitra yaitu Politeknik Indramayu ( Polindra) dan Politeknik Negeri Subang (Poisub). "Lokasi ujian ada di tiga tempat dan dilaksanakan secara serentak selama 10 hari," katanya.
Ade Maman mengatakan meski lokasi ujian ada di tiga tempat namun dia memastikan seluruh rangkaian sudah dipersiapkan secara matang, baik dari sisi teknis dan non teknis. Persiapan itu meliputi penyediaan prangkat komputer, jaringan internet yang stabil dan petugas pengawas yang kompeten. "Kami sudah antisipasi berbagai kemungkinan yang menjadi kendala saat dilaksanakan ujian. Semoga semua berjalan lancar," katanya.
Menurut Ade Maman dia berharap seluruh peserta dapat.mengikuti ujian dengan baik dan meraih hasil yang sesuai dengan harapan. Dia juga mengingatkan agar peserta ujian memantau jadwal resmi di laman UTBK SNBT serta tidak.mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan kelulusan secara instan. "Jangan mudah percaya dengan tawaran kecurangan apapun soal kelulusan," katanya.***
Editor : JakaPermana

