14 Jamaah Haji Asal Jabar Meninggal Dunia, 7 Diantaranya di Tanah Suci

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Barat Ajam Mustajam mengungkapkan, sejauh ini total ada 14 jamaah haji asal Jabar meninggal dunia.

14 Jamaah Haji Asal Jabar Meninggal Dunia, 7 Diantaranya di Tanah Suci

INILAHKORAN, Bandung - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi jawa barat Ajam Mustajam mengungkapkan, sejauh ini total ada 14 jamaah haji asal Jabar meninggal dunia.

Berdasarkan data terakhir per 22 Mei 2025 kata Ajam, rinciannya tujuh orang meninggal sebelum berangkat ke Arab Saudi, dari kelompok terbang (kloter) JKS atau Bandara Soekarno-Hatta lima orang dan dua orang lagi dari kloter JKT atau Bandara Kertajati (BIJB).

"Yang meninggal di Arab Saudi, tujuh orang. Semuanya kloter JKS," ujar Ajam saat ditemui di Kantor Kanwil Kemenag Jabar, Jalan Sudirman, Kota Bandung baru-baru ini.

Mereka yang meninggal di tanah air, atau sebelum berangkat sambung Ajam, dapat langsung digantikan oleh keluarga yang masih memiliki hubungan darah.

"Bisa digantikan ahli waris. Kalau yang meninggal suami, bisa ke istrinya atau ke anaknya. Harus ada hubungan darah," ucapnya.

Jamaah pengganti ini lanjut dia, bila memungkinkan diprioritaskan untuk bisa berangkat pada tahun ini, menggantikan keluarganya yang meninggal.

"Kalau tidak ada waktu, itu diprioritaskan di tahun berikutnya. Tapi akan dikembalikan ke yang bersangkutan maunya gimana," kata dia.

Sejauh ini kata Ajam, total sudah 61 kloter asal Jabar yang telah berangkat ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji. Rinciannya, 44 kloter berangkat dari JKS dan 17 kloter dari KJT.

"Total jamaah dengan petugas yang sudah berangkat, dari KJS 19.428 orang dan KJT 7.558 orang," imbuhnya.

Sisanya lanjut Ajam, dari JKS 17 kloter lagi dan KJT 11 kloter. Dimana total keseluruhan kloter asal Jabar sebanyak 89 kloter, dengan rincian 61 kloter dari JKS dan 28 dari KJT.

"Jadi total keseluruhan jamaah haji asal jawa barat dengan petugas, 38.723 orang," ucapnya.

Dia menuturkan, saat ini telah memasuki gelombang dua pemberangkatan jamaah haji ke tanah suci. Maka dari itu, dirinya mengusulkan sebelum berangkat seluruh jamaah haji sudah melakukan mandi ihram.

"Kalau berpakaian ihram, itu bisa di pesawat. Saya menyarankan kalaupun pakai ihram, tetap harus pakaian biasa dulu," pintanya.

Sejauh ini kata Ajam, seluruh jamaah haji asal Jabar terlaporkan dalam kondisi sehat. Kendati demikian, dirinya tetap mengimbau kepada jamaah untuk banyak minum air putih guna mencegah dehidrasi.

"Karena sekarang musim panas, jangan kurang minum air. Di Madinah sampai 44 (derajat celcius). Kalau ada laporan jamaah yang terpisah, seyakin-yakinnya panitia akan berupaya maksimal untuk ditemui terutama suami istri. Semoga pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lancar," tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti