187 Orang Lolos Verifikasi Tahap Pertama Petugas Haji Kabupaten Cirebon
Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cirebon umumkan sebanyak 187 orang dinyatakan lolos verifikasi tahap pertama sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter tingkat Kabupaten Cirebon.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cirebon umumkan sebanyak 187 orang dinyatakan lolos verifikasi tahap pertama sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter tingkat Kabupaten Cirebon.
Kantor Kementrian Haji dan Umrah Kabupaten Cirebon menggelar seleksi terbuka perihal itu. Seleksi ini diikuti dari berbagai kalangan mulai dari guru, pengawas, penyuluh, kepala KUA, kiai, mahasiswa hingga perwakilan ormas.
"Dari total 323 pendaftar, hanya 187 orang yang dinyatakan lolos verifikasi tahap pertama. Sementara 136 peserta dinyatakan belum memenuhi syarat," tutur Kepala Kementrian Haji dan Umrah Kabupaten Cirebon, Mualim Tamim, Jumat 5 Desember 2025.
Menurut Mualim, dari total Jumlah tersebut terbagi dalam beberapa kategori tugas. Yakni, 26 ketua kloter, 20 pembimbing ibadah kloter, 4 pembimbing ibadah, 72 petugas akomodasi, 16 petugas transportasi, dan 49 petugas konsumsi.
"Setelah verifikasi tahap kedua, jumlah peserta yang memenuhi syarat hanya ada 122 orang. Mereka terdiri dari 23 ketua kloter, 12 pembimbing ibadah kloter, 3 pembimbing ibadah, 42 akomodasi, 11 transportasi, dan 31 konsumsi. Mereka inilah yang selanjutnya mengikuti test Computer Assisted Test,” ungkap Mualim, Jumat 5 Desember 2025.
Menurutnya, peserta yang berhasil melewati tahapan ini akan mengikuti seleksi lanjutan di Kanwil Kemenhaj Jawa Barat pada 11 Desember 2025 mendatang. Meski demikian, Mualim mengaku belum mengetahui jumlah kebutuhan petugas haji yang dibutuhkan untuk PPIH Arab Saudi maupun PPIH Kloter. Alasannya, karena kuota tersebut ditentukan oleh tingkat provinsi.
"Seleksi ini digelar serentak secara nasional dan berlangsung hanya satu hari. Pengawasnya sendiri dari Kanwil Kemenhaj Jawa Barat. Memang sempat terjadi trouble jaringan karena server CAT langsung ke pusat, tetapi dapat segera teratasi," akunya.
Mualim menyebutkan, tujuan seleksi adalah untuk melahirkan PPIH dan Pendukung PPIH yang profesional dan berintegritas, meningkatkan Pembinaan, Pelayanan, dan pelindungan dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji di Indonesia dan Arab Saudi.
"Kepada seluruh peserta, jadikan proses seleksi ini sebagai ikhtiar terbaik, bukan sekadar kompetisi. Bangun niat yang tulus, karena tugas petugas haji adalah khidmah, pelayanan yang mulia dan penuh pahala," pintanya.
Ia menambahkan, kesiapan tidak hanya dituntut secara teknis, tetapi juga mental dan spiritual. Hal itu karena tugas ini membutuhkan kesabaran, kepekaan, dan empati yang tinggi. Pihaknya mengaku siap memberikan dukungan dan fasilitasi, agar layanan haji semakin baik dari tahun ke tahun.
"Saya harap, melalui proses seleksi dan pembinaan yang ketat, para petugas haji mampu memberikan pelayanan terbaik," tukasnya.***
Editor : JakaPermana

