190 Ribu Masker Disiapkan untuk Warga Terdampak

190 Ribu Masker Disiapkan untuk Warga Terdampak
DISTRIBUSIKAN MASKER: Pemkot Bogor mendistribusikan 190.150 masker medis kepada masyarakat untuk mengantisipasi sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Oleh:Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Bagi sebagian warga, masker mungkin hanya benda sederhana yang dikenakan ketika bepergian. Namun di tengah paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, benda itu menjadi salah satu perlindungan penting untuk menjaga kesehatan.

Pemkot Bogor pun menyiapkan langkah antisipasi dengan mendistribusikan total 190.150 masker medis kepada masyarakat. Masker tersebut disebar melalui berbagai titik pelayanan publik, mulai dari kantor kecamatan, kelurahan, puskesmas hingga posyandu di seluruh Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menegaskan, pembagian masker tidak boleh sekadar mengejar jumlah. Bantuan harus sampai kepada warga yang memang paling membutuhkan perlindungan dari paparan abu vulkanik.

Kelompok lansia, pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan, serta warga yang rentan atau memiliki riwayat penyakit saluran pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.

“Sehingga harus langsung menyentuh masyarakat tersebut. Kami mengimbau kepada masyarakat yang membutuhkan masker tersebut agar bisa mendatangi lokasi yang sudah terdistribusi. Mulai dari kantor kecamatan hingga posyandu di masing-masing RW,” tutur Jenal, Selasa (8/9).

Langkah perlindungan itu berjalan beriringan dengan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Kota Bogor mengandalkan hasil surveilans harian dari 25 puskesmas untuk melihat apakah paparan abu vulkanik mulai memberikan dampak terhadap kesehatan warga.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Erna Nuraena menyebut, secara umum enam indikator yang dipantau, yakni ISPA, pneumonia, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), asma, konjungtivitis, dan dermatitis, belum menunjukkan peningkatan secara keseluruhan dibandingkan pekan sebelumnya.

Justru secara total, jumlah kasus mengalami penurunan dari 1.849 kasus pada 31 Agustus 2026 menjadi 1.669 kasus pada 7 September 2026.

(gin)


Editor : Inilahkoran