1.950 Hektare Sawah Bandung Terancam Kekeringan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Dani R Nugraha
INILAH, Bandung - Kemarau belum benar-benar selesai, tetapi tanda-tandanya sudah terasa di hamparan sawah Kabupaten Bandung. Air yang biasanya mengalir melalui saluran irigasi mulai menjadi sesuatu yang harus diperhitungkan.
Di tengah ancaman itu, pemerintah daerah berpacu dengan waktu. Sebanyak 1.950 hektare lahan pertanian kini berada dalam kondisi waspada hingga terancam mengalami kekeringan. Luas tersebut merupakan bagian dari sekitar 27.800 hektare Lahan Baku Sawah (LBS) di Kabupaten Bandung.
Bagi petani, kekeringan bukan sekadar tanah yang mengering. Ada tanaman yang terancam gagal tumbuh, biaya produksi yang bisa membengkak, dan hasil panen yang dipertaruhkan.
Karena itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bergerak cepat. Ia menilai penanganan musim kemarau tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kedisiplinan, evaluasi kinerja, dan sinergitas antar-OPD harus berjalan bersamaan.
“Kita harus bergerak cepat. Sisa waktu yang ada harus dimanfaatkan secepat mungkin,” kata Dadang di Soreang, Kamis (27/8).
Instruksi khusus diberikan kepada Dinas Pertanian serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR). Keduanya diminta segera melakukan normalisasi saluran irigasi sekaligus memetakan kebutuhan air di kawasan pertanian yang mulai terdampak.
Pemerintah Kabupaten Bandung juga diminta tidak berhenti pada pemetaan. Koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) harus dipercepat untuk menormalisasi Daerah Irigasi (DI) dan menyiapkan skema pompanisasi.
Langkah tersebut menjadi penting karena air bagi sawah tidak bisa menunggu terlalu lama. Setiap hari yang terlewat dapat menentukan apakah tanaman tetap tumbuh atau justru kehilangan pasokan air.
“Potensi puluhan ribu hektare lahan sawah ini harus kita selamatkan agar produksi pangan tetap terjaga,” ujar Dadang.
Namun, ancaman kemarau tidak ingin ditangani hanya dengan cara memadamkan persoalan sesaat. Pemerintah Kabupaten Bandung juga memperjuangkan dukungan anggaran untuk normalisasi jaringan irigasi serta memperkuat koordinasi dengan BBWS dan Kementerian Pertanian.
Upaya itu diarahkan untuk menjaga ketersediaan air bagi petani sekaligus mempertahankan produktivitas pertanian. Sebab, sawah yang terselamatkan hari ini bukan hanya soal satu musim tanam. Ada rantai kehidupan yang bergantung pada keberlangsungannya.
(gin)
Editor : Inilahkoran

