2019, Emil Kejar 40 Proyek Strategis
Sebanyak 17 program sudah diluncurkan pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum di masa 100 hari kepemimpinannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- 17 program sudah diluncurkan pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum di masa 100 hari kepemimpinannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, keberhasilan memang tidak bisa diukur dari 100 hari. Namun sejumlah program yang telah diluncurkan tersebut menandakan pihaknya serius mewujudkan inovasi.
"Sebanyak 17 (program) itu kan artinya hal hal baru atau memperbaiki yang telah ada dengan cara baru," ujar Ridwan Kamil dalam kegiatan Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (28/12).
Emil-sapaannya- mengaku memiliki kabar gembira, menyusul sudah disahkannya APBD Jabar 2019. Sehingga pada tahun depan pihaknya tinggal mengejar target 40 projek strategis, khususnya pariwisata dan infastruktur.
"Mudah mudahan kita nanti ketemu lagi di desember 2019 semua perubahan yang dijanjikan selama kampanye insya allah semua bermuara pada hasil yang maksimal," katanya.
Dia tambahkan, akan menyentuh segala dimensi untuk memajukan Jabar. Tak terkecuali soal kegamaan. Hal tersebut merupakan wajah Jabar yang harus benar-benar dijaga sebagai provinsi paling inovatif se-Indonesia. Emil juga berjanji akan menjaga kekompakan dengan Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum.
"Namanya juga politik selalu ada hal yang ingin menjauhkan kita tapi kita sudah komitmen kita ingin khusnul khotimah. Kita berdua berpengalaman bagaimana mengelola dinamika politik selama lima tahun sebagai Bupati (Tasikmalaya) dan Wali Kota (Bandung)," paparnya.
Menginjak awal tahun 2019 nanti, dia katakan, pihaknya akan menggenjot terkait proses lelang 40 proyek strategi tersebut. Selain itu, dia sampaikan, mulai Januari 2019 nanti pihaknya pun akan mengevaluasi anggaran 2020 melalui e-budgeting.
"Sehingga uang triliun-triliun milik pemprov ini harus terasa betul kepada masyarakat Jabar," ucapnya.
Dia tak ingin kembali terjadi kepala daerah di Jabar yang dicokol oleh KPK. Karena itu, mengenai pelayanan publik pihaknya akan menerapkan pendekatan teknologi.
Selain itu, pihaknya pun akan membina tiga daerah secara khusus, yaitu Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Cianjur.
"Treatmennya Gubernur akan memantau semua keputusan Bupati yang berkaitan dengan pelayanan publik dan pelanggaran," paparnya.
Adapun beberapa daerah yang digenjot pembagunannya, dimulai dari Kalimalang, Situ Bagendit, Situ Ciburuy, Alun-alun Cirebon, Alun-alun Sumedang.
"Alun-alun Tasikmalaya, Sukabumi, Gunung Padang," imbuhnya seraya memperkirakan estimasi untuk 40 proyek strategis tersebut sebesar Rp 1,5 triliun.
Editor : inilahkoran

