INILAHKORAN, Ngamprah-Sebanyak 22 orang pejabat tinggi pratama setingkat eselon II di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah mengikuti assessment dalam rangka pemetaan kompetensi.
Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Kompetensi pada BKPSDM KBB, Yulia Purnamasanti mengatakan, assessment ini dilakukan dalam rangka pemetaan kompetensi dan mengacu pada amanat dari Permenpan 3 tahun 2020 tentang manajemen talenta.
"Kemudian juga mengacu pada peraturan KASN bahwasanya sekarang itu di UU Nomor 5 tentang ASN untuk PNS ini berdasarkan kualifikasi kompetensi dan kinerja," katanya saat dihubungi, Rabu 27 April 2022.
Menurutnya, para pejabat ini memang seharusnya dipetakan secara berkala lantaran nanti harus selalu diupdate sebagaimana dalam nine box talent.
"Jadi tahun ini ada assessment untuk semua PNS, namun untuk jumlahnya kita sesuaikan dengan masa berlakunya assessment yang bersangkutan," tuturnya.
Kendati demikian, sambung dia, assessment yang dirotasi mutasi bergantung kebutuhan organisasi dan akan melaksanakan tes selama tiga hari sampai besok.
"Kita bekerjasama dengan asesor BKD Provinsi Jawa Barat, jadi pemetaan kompetensi untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). Jadi tidak ada akademisi, karena assessment itu harus dengan asesor," ujarnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, dalam pelaksanaan assessment ini menggunakan metode khusus sebagai alat ukur yang digunakan asesor.
"Jadi kita hanya fasilitasi saja. Untuk tesnya sendiri dilakukan secara tertulis, wawancara, kemudian computer assessment test (CAT) secara online," jelasnya.
Ia menegaskan, pejabat sekarang wajib menguasai kompetensi digital. Termasuk ASN dan JPTP.
"Saya yakin, peserta sudah menyiapkan diri untuk mengikuti assessment," pungkasnya.***(agus satia negara).***