39.300 Murid Berburu Inovasi: Meneliti Menginspirasi

DUNIA riset tak lagi terasa jauh dari bangku sekolah. Ribuan murid datang membawa pertanyaan, gagasan, dan temuan untuk diuji.

39.300 Murid Berburu Inovasi: Meneliti Menginspirasi
TALENTA OPSI: Mendikdasmen Abdul Mu’ti membuka secara resmi Ajang Talenta OPSI tingkat Nasional 2026 di Jakarta Pusat, Jumat (25/9). Para pemenang akan memperoleh kesempatan untuk mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia dari Kemendikdasmen melalui Puspresnas yang bekerja sama dengan LPDP.(ANTARA/HO-HUMAS KEMENDIKDASMEN)

Rasa ingin tahu membawa ribuan murid masuk ke dunia penelitian. Tahun ini, minat itu terlihat dari jumlah pendaftar Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang menembus 39.300 murid.

Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencatat 26.723 pendaftar. Bagi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pertumbuhan itu menjadi gambaran bahwa ketertarikan murid terhadap riset dan inovasi terus berkembang.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan, perjalanan talenta riset tidak semestinya berhenti setelah kompetisi berakhir. Medali, menurut dia, bukan akhir dari perjalanan.

“Medali bukan akhir perjalanan. Prestasi hari ini adalah pintu masuk menuju kesempatan berikutnya untuk belajar lebih jauh, mengembangkan talenta, memperoleh pengalaman baru, dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Mu'ti dalam pernyataan tertulis, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (28/9).

Pemerintah menyiapkan sejumlah dukungan untuk menjaga perjalanan tersebut. Ada uang pembinaan dan bantuan bagi satuan pendidikan, pengembangan kompetensi melalui Bina Talenta Indonesia, hingga Beasiswa Talenta Indonesia.

Para pemenang OPSI juga berkesempatan mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia yang disiapkan Kemendikdasmen melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Beasiswa itu memberikan pendanaan pendidikan jenjang Sarjana (S1) atau Sarjana Terapan (D4), baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, tersedia peluang mengikuti jalur prestasi untuk masuk perguruan tinggi.

Mu'ti mengingatkan, pengalaman mengikuti penelitian tidak hanya tentang mengejar prestasi. Proses tersebut juga menjadi bagian dari pembentukan karakter.

“Jadikan OPSI bukan hanya sebagai kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun karakter. Karakter adalah fondasi dari setiap prestasi,” katanya.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengatakan, OPSI memberi ruang bagi murid untuk mengembangkan rasa ingin tahu. Mereka diajak berpikir kritis dan sistematis, menganalisis persoalan berdasarkan data, membangun gagasan, hingga menghasilkan karya dan solusi yang kreatif, inovatif, serta bermanfaat bagi kehidupan.

Pada OPSI 2026, kompetisi tingkat nasional diikuti 125 tim finalis atau 250 murid. Mereka berasal dari 24 provinsi serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Malaysia.

Para finalis terdiri atas 60 tim jenjang SMP/MTs/sederajat dan 65 tim jenjang SMA/MA/SMK/MAK/sederajat. Mereka berkompetisi dalam berbagai bidang penelitian. (gin)


Editor : Inilahkoran