64.109 Pendaftar Mengakses Secara Serentak, Sebabkan Server SPMB 2025 Down di Hari Pertama

Kala dibuka Selasa 10 Juni 2025 kemarin, server untuk pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap pertama jenjang SMK, SMA dan SLB di Provinsi Jawa Barat sempat mengalami down.

64.109 Pendaftar Mengakses Secara Serentak, Sebabkan Server SPMB 2025 Down di Hari Pertama

INILAHKORAN, Bandung - Kala dibuka Selasa 10 Juni 2025 kemarin, server untuk pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap pertama jenjang SMK, SMA dan SLB di Provinsi Jawa Barat sempat mengalami down.

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat mengungkapkan, sebabnya karena tingginya animo siswa yang mendaftar SPMB 2025 di hari pertama.

Total, ada 64.109 pendaftar yang mengakses laman resmi pendaftaraan secara bersamaan, sehingga mengakibatkan server SPMB 2025 down.

Kepala Disdik Jabar Purwanto mengatakan, lonjakan akses secara serentak ini, sempat menyebabkan website SPMB 2025 lambat merespons.

"Tentunya evaluasi dan perbaikan terus kami lakukan, untuk memastikan kelancaran proses pendaftaran dan kenyamanan calon peserta didik," ujar Purwanto dalam keterangannya, Rabu 11 Juni 2025.

Pada hari pertama, pendaftaran SPMB 2025 sudah ada 64.109 pendaftar yang telah mengisi formulir untuk jenjang negeri maupun swasta di seluruh Jawa Barat.

Bagi masyarakat yang mengalami kendala teknis saat mendaftar secara daring dari rumah kata Purwanto, pihaknya mengimbau agar mereka tidak ragu datang langsung ke sekolah tujuan.

Sebab sekolah kata dia, telah menyiapkan petugas untuk membantu proses pendaftaran secara langsung.

"Kami juga memohon maaf, atas ketidaknyamanan yang terjadi dan kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan," ucapnya.

Sementara Sekretaris Disdik Jabar Deden Saepul Hidayat mengatakan, sekolah harus memberi pelayanan langsung kepada calon siswa, meski sistem pendaftaran dirancang untuk dilakukan secara online.

Deden juga menegaskan, pihaknya akan terus mengevaluasi sistem pendaftaran yang belum optimal, khususnya saat diakses menggunakan perangkat handphone.

"Walaupun harusnya dengan (pendaftaran) online itu tidak mesti banyak warga yang datang. Termasuk saat ada orang tua yang ingin berkonsultasi serta pendaftar dari luar Jabar dan yang belum mendapatkan akun, tetap dilayani dengan baik," tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti