88 Seoul Bawa Sensasi Unik Menyantap Hidangan Menu Korea ke Bandung
Ada yang berbeda saat makan di gerai 88 Seoul. Setiap menu hidangan disajikan dalam satu nampan besar ke setiap pelanggan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ada yang berbeda saat makan di gerai 88 Seoul. Setiap menu hidangan disajikan dalam satu nampan besar ke setiap pelanggan.
Operation General Manager F&B ID Daniel Yahya mengatakan, pengalaman menikmati kuliner Korea itu bukan hanya soal cita rasa, tetapi juga bagaimana makanan tersebut disajikan dan dinikmati.
"Melalui 88 Seoul, kami membawa karakter Korean home-style dining yang kaya akan pilihan hidangan dalam satu sajian yang praktis dan tetap menghadirkan pengalaman makan yang terasa dekat dan hangat. Bandung menjadi langkah berikutnya untuk memperkenalkan pengalaman tersebut kepada lebih banyak masyarakat," kata Daniel saat pembukaan gerai 88 Seoul di 23 Paskal Shopping Center Bandung, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, 88 Seoul menerjemahkan pengalaman tersebut di dalam satu nampan besar sehingga konsumen dapat menikmati berbagai hidangan, rasa, dan tekstur dalam satu sajian.
Tak hanya itu, karakter Korean home-style dining ini juga cocok untuk berbagai momen, baik makan bersama keluarga, catch-up bersama teman, maupun sekadar menikmati sajian Korea dengan pilihan yang lebih lengkap dalam satu kali kunjungan.
"Dengan format yang praktis, 88 Seoul menawarkan cara berbeda untuk menikmati makanan Korea di tengah gaya hidup urban yang dinamis," ujarnya.
Pemilihan Bandung sebagai destinasi ekspansi berikutnya merupakan bagian dari langkah 88 Seoul untuk memperluas jangkauan brand di Indonesia. Sebagai salah satu kota dengan
perkembangan kuliner dan lifestyle yang dinamis, Bandung memiliki karakter konsumen yang terbuka terhadap berbagai tren kuliner dan budaya global.
"Kami berharap kehadiran gerai ini memberikan pengalaman baru dalam menikmati hidangan Korea. Ke depannya, kami akan terus melihat peluang untuk membawa 88 Seoul ke lebih
banyak kota di Indonesia," jelasnya.
Editor : Doni Ramdhani

