Ada Kebijakan Baru, 54 Persen Jamaah Haji Kabupaten Cirebon Gagal Berangkat
Adanya kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi menyebabkan sebanyak 54 persen jamaah haji Kabupaten Cirebon gagal berangkat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Sebanyak 54 persen calon jamaah haji asal Kabupaten Cirebon, tahun ini gagal berangkat. Hal itu karena adanya kebijakan baru dari Pemerintah Arab Saudi.
Sejumlah peraturan baru tersebut diantaranya, melarang calon jamaah haji yang usianya masih dibawah 18 tahun dan diatas 65 tahun. Selain itu, setiap calon jamaah haji juga wajib sudah menerima vaksin booster.
"Ada juga aturan, bahwa calon jamaah haji yang sudah pernah berangkat, harus menunggu sepuluh tahun untuk bisa berangkat lagi," kata Kasi
Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, Yuto Nasikin, Minggu 22 Mei 2022.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang ia terima, estimasi keberangkatan jamaah haji secara nasional akan mulai dilakukan pada tanggal 4 Juni 2022. Sedangkan untuk jamaah asal Kabupaten Cirebon terbagi kedalam 4 kloter, yaitu kloter 7, 8 ,33 dan kloter 34.
Keberangkatan kloter 7 dan 8 sendiri diperkirakan menjadi keberangkatan kedua secara nasional. Sehingga kemungkinan pelepasan calon jamaah haji akan dilakukan sebelum tanggal 4 Juni," jelasnya.
Dia menyebutkan, calon jamaah haji asal Kabupaten Cirebon akan berangkat dari embarkasi Bekasi dan Jakarta. Kloter 7 dan 8 berisikan masing-masing 404 calon jamaah haji dan 6 petugas, Sementara untuk kloter 33 akan diisi 247 calon jamaah haji dan kloter 34 akan diisi oleh 35 calon jamaah haji.
Yuto menambahkan, waiting list untuk keberangkatan jamaah haji yaitu selama 23 tahun. Di Jawa Barat sendiri menurut dia rata-rata lama tunggu keberangkatan jamaah haji selama 20 tahun. Dimana, masa tunggu keberangkatan haji di Kabupaten Cirebon menjadi salah satu daerah yang cukup lama masa tunggunya.
"Positifnya masyarakat kita ekonominya membaik, lebih baik dari daerah lain. Ini terbukti dengan banyaknya masyarakat yang sudah mendaftar haji yang mengakibatkan masa tunggu menjadi lama," tukasnya. (maman suharman)
Editor : inilahkoran


