Ada Warganya Tinggal di Kolong Jembatan, Dewan Minta Pemkab Bandung Lebih Perhatian
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Cecep Suhendar prihatin ada warga yang tinggal di bawah kolong jembatan di Kampung Cipedung Desa Jatisari Kecamatan Kutawaringin.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Soreang- Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Cecep Suhendar prihatin ada warga yang tinggal di bawah kolong jembatan di Kampung Cipedung Desa Jatisari Kecamatan Kutawaringin.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Bandung lebih perhatian kepada warganya yang tinggal di kolong jembatan, dan segera mengambil langkah nyata memberikan perlindungan terhadap warga negara yang terlantar itu.
"Seharusnya tidak boleh terjadi di Kabupaten Bandung. Orang terlantar itu harus mendapatkan perlindungan dari negara. Bandung'>Pemkab Bandung harus lebih peduli dan telaten dong sama warganya. Pemkab harus segera turun ke lapangan, tanyakan apakah benar tinggal di sana (kolong jembatan) atau sekedar penyimpanan rongsokan saja," kata Cecep kepada INILAHKORAN, Selasa 27 Desember 2022.
Dikatakan Cecep, jjka sudah ada klarifikasi dari yang bersangkutan, Bandung'>Pemkab Bandung dalam hal ini Dinas Sosial harus memberikan pertolongan dan perlindungan. Termasuk menyediakan tempat tinggal yang layak atau manusiawi.
"Tanyakan juga apakah ada sanak saudaranya. Kalau enggak ada yah kewajiban pemerintah untuk memberikan perlindungan. Kejadian yang bikin malu seperti ini tidak boleh terulang lagi di Kabupaten Bandung," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Karena tak memiliki tempat tinggal yang layak, seorang pria berusia sekitar 50 tahun terpaksa tinggal dibawah jembatan disebuah kali di Jalan Raya Soreang-Cipatik di Kampung Cipedung Desa Jatisari Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung.
Berdasarkan pantauan INILAHKORAN, gubuk kayu berdinding plastik, kardus dan karung bekas itu menempel dinding jembatan. Jembatan itu adalah akses masuk ke sebuah bangunan instalasi listrik milik PLN. Gubuk berukuran kurang lebih 2x3 meter persegi itu, didirikan diatas dasar sungai namun lebih tinggi sekitar 20 sentimeter diatas permukaan air.
Selain dijadikan tempat istirahat melepas lelah, gubuk tersebut juga digunakan sebagai tempat penyimpanan barang bekas atau rongsokan. Memang, pria yang biasa dipanggih dengan nama Abah Fe'i, oleh warga sekitar itu bekerja sebagai pemulung. Selain rongsokan, di tempat itu juga ada tungku kayu tempat memasak layaknya disebuah dapur yang ada di rumah-rumah.
Gubuk di kolong jembatan itu memiliki dua bagian, yakni satu ruangan untuk tidur pemiliknya, satu ruang terbuka yang difungsikan sebagai dapur dapur, tempat penyimpanan rongsokan sekaligus tempat memelihara seekor ayam betina dalam sebuah kurung ayam. Beberapa potong pakaian pun tergantung diseutas kawat jemuran.
"Seingat saya dia tinggal dibawah jembatan itu sekitar enam bulan. Sebelumnya dia tinggal di sebuah ruko kosong, kemudian pindah ke warung kosong. Tapi karena ruko dan warungnya diisi oleh pemiliknya, dia pindah ke bawah jembatan itu. Kalau sehari-hari dia pemulung terkadang kerja buruh tani juga," kata Bandi salah seorang petugas keamanan disekitar gedung tersebut, kepada INILAHKORAN, Senin 26 Desember 2022.(rd dani r nugraha).
Editor : Ahmad Sayuti

