Ade Yasin Geram KTP-el Penerima BPUM Digandakan, Laporkan ke Polisi Saja
Aktivis Bogor Barat melaporkan dugaan calo atau mafia BPUM terkait penggandaan KTP-el Disdukcapil Kabupaten Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Aktivis Bogor Barat melaporkan dugaan calo atau mafia bantuan presiden produktif usaha mikro (BPUM) ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bagor.
Para aktivis itu melapor ke Disdukcapil Kabupaten Bogor terkait dugaan penggandaan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) para penerima BPUM. Mereka melaporke Disdukcapil, Selasa 28 Desember 2021 malam.
Adanya penggandaan KTP-el yang disalahgunakan untuk meminta bantuan membuat Bupati Bogor Ade Yasin geram. Dia pun meminta langsung dilaporkan temuan tersebut ke kepolisian.
Baca Juga: Wacana Sejak 2019, Ade Yasin Akhirnya Terbitkan Perbup Jam Operasional Truk Tambang
Laporan itu disertai bukti KTP-el yang digandakan dan beberapa buku rekening BRI para penerima BPUM, dimana para penerima asli yang Tahun 2020 lalu memohon bantuan presiden tersebut tidak mengetahui jikalau mereka mendapatkan BPUM pada Tahun 2021 ini.
"Malam tadi kami melaporkan fenomena calo atau mafia BPUM ke Disdukcapil Kabupaten Bogor, untuk mengetahui apakah KTP-el yang digandakan oleh oknum tersebut asli atau palsu," kata aktivis yang bernama Fernando kepada wartawan, Rabu 29 Desember 2021.
Warga Pamijahan ini menerangkan, setelah dicek menggunakan aplikasi Sistem Informasi Administasi Kependudukan (SIAK), ternyata KTP-el tersebut asli dan dicetak di Kantor Disdukcapil, tepatnya di salah satu mall pelayanan publik yang berada di Kawasan Sentul City.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Bogor Akan Evaluasi Kinerja SKPD di Lingkungan Pemkab Bogor, Ternyata Ini Alasannya
"KTP-el yang kami peroleh dari calo atau mafia BPUM ternyata asli, hasip dari penulusuran kami, ternyata warga yang dulu sempat memohon BPUM tidak mengetahui bahwa KTP-el nya digandakan, apalagi tahu bahwa mereka mendapatkan BPUM dengan nilai Rp 1,2 juta," terangnya.
Fernando menuturkan, bahwa KTP-el yang digandakan, sesuai pengakuan calo atau mafia BPUM, mereka tidak hanya mengantongi KTP-el warga Kabupaten Bogor, tetapi juga warga Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Tanggerang.
"Luar biasa dan saktinya calo dan mafia BPUM ini, tanpa ada orangnya bisa meraih KTP-el dan buku rekening penerima BPUM di BRI, para penerima BPUM itu tersebar di Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Tanggerang," tutur Fernando.
Baca Juga: Yuk....Hitung-hitung Peluang Ade Yasin Maju di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2024
Menyikapi temuan KTP-el ganda yang ternyata benar-benar asli produksi Disdikcapil, Kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor Bambang Setiawan mengaku akan meminta keterangan pihak desa, kecamatan, dan petugas mall pelayanan publik yang berada di Kawasan Sentul City.
"Disdukcapil akan menulusuri apakah penerbitan KTP-el yang dilaporkan sesuai syarat-syarat, yaitu dimohon warga langsung dengan alasan KTP-el yang asli hilang, rusak atau data kependudukan yang harus diubah, disertai laporan kehilangan ke pihak kepolisian jika hilang dan sepengetahuan pemerintah desa setempat. Kami akan menindak tegas petugas kami, apabila terbukti salah dalam pencetakan ganda KTP-el ini," ucap Bambang.
Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) ini pun berharap, dari hasil penulusuran pihaknya bisa mengetahui siapa saja oknum yang terlibat dalam penggandaan atau penerbitan KTP-el yang diduga melanggar prosedur tetap (Protap) tersebut.
Baca Juga: Disebut-sebut Bakal Maju Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2024, Ade Yasin: Jujur Saja.....
Ditemui terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku kaget atas kejadian penggandaan KTP-el karena menurut dia, yang hanya bisa memohon pencetakan baru atau ulang KTP-el tersebut ialah warga asli.
"Gak mungkin bisa dicetak ulang atau digandakan, kan harus warga yang sebenarnya yang memohon ke Disdukcapi. Karena ada unsur pidana (penggelapan dana BPUM) maka dilaporkan saja ke pihak kepolisian atau aparat hukum lainnya," tukas Ade Yasin. *** (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


