Agar Tak Berlarut-larut, Kadin Kota Bogor Segera Telusuri Penyebab Kelangkaan BBM di Kota Bogor
Sudah dua hali beberapa SPBU di Kota Bogor dipanjangi antrean pembeli hal itu terjadi lantaran kelangkaan pasokan dan Kadin Kota Bogor pun berjanji menelusurinya
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor – Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Bogor menyoroti kelangkaan BBM di beberapa SPBU.
Dari informasi yang didapat, kelangkaan ini akibat belum datangnya pasokan BBM dari Pertamina, hingga kejadian itu memuncak sejak Senin 8 Agustus 2022.
Alhasil, setiap SPBU Kota Bogor diserbu sejumlah kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar. Bahkan pada sejumlah SPBU terjadi penumpukan antrean hingga mengular ke jalan raya.
Bahkan hingga dini hari sejumlah SPBU di Kota Bogor masih terlihat padat. Antrean padat terlihat di SPBU 34-16117, Kelurahan Pasir Mulya, SPBU Lorena Tajur, SPBU di Jalan Pajajaran, SPBU Pajajaran sebrang RS Azra, SPBU Panaragan, SPBU Sukasari, SPBU Batutulis dan SPBU Empang.
Ketua Kadin Kota Bogor Almer Faiq Rusydi, merasa miris atas kejadian tersebut. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Hal itu untuk menulusuri akar permasalahan yang terjadi hingga menyebabkan adanya keterlambatan pengiriman.
"Kami akan coba mencari tahu lebih dulu, akan ditanyakan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab menangani hal itu," ungkap Almer kepada wartawan pada Rabu 10 Agustus 2022.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi Kadin Kota Bogor Felix Martha menambahkan, pihaknya akan mencoba memetakan penyebab yang terjadi dilapangan. Jika memang adanya keterlambatan pengiriman stok BBM ke sejumlah SPBU, mestinya pihak Pertamina maupun pengelola SPBU melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi persoalan yang ada dilapangan.
"Seperti yang kita ketahui, banyak warga masyarakat yang mengeluhkan sulitnya mengisi bahan bakar pada kendaraannya. Bahkan, kemarin memang betul ada antrean panjang disejumlah SPBU. Teman saya juga mengalami harus anter 30 menit," ungkapnya.
Felix memaparkan, pihaknya meminta peristiwa tersebut jangan sampai terulang kembali dan berkepanjangan. Dengan harapan adanya sejumlah solusi yang dihadirkan pihak Pertamina untuk meminimalisir kejadian serupa.
"Harus ada solusinya lah, karena ini kan kebutuhan masyarakat yang menjadi konsumsi harian. Memang kan kami juga belum tahu, sebab masalah ini apa.
Tapi kalau memang ini berkepanjangan tentu akan menjadi masalah. Ya mudah-mudahan gak berkepanjangan lah, karena bisa menggangu juga kepada sirkulasi perekonomian dan perputaran ekonomi," papar Felix.
Felix juga menyampaikan, kepada masyarakat khususnya para pengendara untuk legowo menerima kenyataan yang ada, sambil bersama-sama menggaungkan keadaan sulit yang dialami masyarakat saat ini.
"Ya masyarakat, satu memang ini posisinya diuji ya, memang harus bersabar. Tapi ya, boleh juga bersuara untuk menyuarakan aspirasi nya mengenai ini, biar tidak berlarut-larut," pungkasnya.
Terpisah, pengemudi Ojek Online (Ojol) Supardi (37) mengaku untuk mengisi bahan bakar sepeda motornya, dirinya harus antre selama 25 menit. Bahkan yang didapatnya juga bahan bakar jenis Pertamax.
"Ya, saya harus antre 25 menit di SPBU Tajur. Hal ini juga terjadi di SPBU lain, karena saya sudah muter-muter, semua antre. Mudah-mudahan tidak berlarut-larut," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : Ahmad Sayuti


