AI Masuk Ruang Seni
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Yogyakarta - Kecerdasan buatan perlahan memasuki ruang-ruang yang selama ini identik dengan tangan manusia, termasuk ruang kelas dan studio seni.
Di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, kehadiran teknologi itu tidak dipandang sebagai sesuatu yang harus dijauhi, tetapi juga tidak dibiarkan tanpa batas.
Kampus seni tersebut tengah menyiapkan Peraturan Rektor tentang etika penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam proses belajar-mengajar dan penciptaan karya seni.
Aturan itu akan menjadi pegangan bagi mahasiswa dan dosen ketika memanfaatkan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan akademik.
Rektor ISI Yogyakarta Dr Irwandi mengatakan, kampus tidak melarang penggunaan AI. Namun, pemanfaatannya harus tetap menempatkan kemampuan fundamental, praktik fisik, dan pemikiran orisinal sebagai bagian penting dalam proses berkarya.
“Penggunaan teknologi dan AI sudah kami siapkan etikanya sebagai pegangan,” kata Irwandi dalam keterangannya di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (20/8).
Aturan tersebut sebenarnya telah rampung dan tinggal menunggu penandatanganan serta publikasi. Berbeda dengan sejumlah perguruan tinggi yang lebih banyak mengatur AI dalam penulisan karya akademik, ISI Yogyakarta perlu melihat persoalan yang lebih luas.
Sebab, di kampus seni, karya tidak berhenti pada tulisan. Ada lukisan, musik, pertunjukan, desain, kriya, hingga berbagai bentuk karya kreatif lain yang lahir melalui proses panjang.
Karena itu, penggunaan AI akan diperhatikan sejak gagasan mulai dibentuk. Tahapan ideasi, pembuatan prototipe, hingga eksekusi karya menjadi bagian yang harus mempertimbangkan etika.
“Kami sampai pada proses penciptaan, bagaimana ideasi, prototyping, dan eksekusinya sudah harus memperhatikan etika,” ujarnya.
AI boleh menjadi alat bantu, tetapi tidak boleh menghapus jejak manusia di balik sebuah karya. Atribusi menjadi salah satu hal yang ditekankan agar penggunaan teknologi tetap dilakukan secara jujur dan terbuka.
“Atribusi dalam penggunaan Artificial Intelligence,” kata Irwandi. (gin)
Editor : Inilahkoran

