Angkat Suara Soal Maraknya PHK di Cimahi, APINDO: Kondisi Perusahaan Tekstil Saat ini Sangat Berat
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) angkat suara terkait maraknya kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan perusahaan di Kota Cimahi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) angkat suara terkait maraknya kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan perusahaan di Kota Cimahi.
Pihak APINDO menilai, kondisi industri di Kota Cimahi saat ini tengah terpuruk hingga terpaksan mengeluarkan kebijakan PHK. Salah satunya seperti yang dilakukan PT Mbangun Praja Industri (Bapintri) yang merumahkan 267 karyawannya usai perusahaan itu mengalami kerugian hingga berhenti produksi.
"Saat ini kondisi perusahaan di Cimahi terutama tekstil sangat berat. Kalau awal tahun seperti ini biasanya sudah banyak order, tapi sekarang sedikit," kata Sekretaris APINDO Kota Cimahi, Christina Sri Manunggal, Kamis 27 November 2025.
Sri menyebut, kondisi yang tidak baik-baik saja ini terjadi sejak pandemi Covid-19 melanda beberapa tahun lalu dan usai Covide berlalu, kalangan perusaha memiliki harapan iklim berusaha mengalami perbaikan. Namun nyatanya dinilai malah kian terpuruk.
"Waktu COVID-19 itu kan kita terpaksa berhenti, nah kalau ini mungkin ada rentetan dari dampak Covid-19 waktu itu yah jadi panjang, efeknya krisisnya jadi berkepanjangan gini. Mungkin (kondisi sekarang) lebih berat dari pada Covid-19 dulu," sebutnya.
Tak cuma itu, sambung Sri, menurunnnya order hingga merebaknya produk impor menjadi penyebab terpuruknya industri di Kota Cimahi.
"Karena bahan baku mahal terus persaingan juga impor-impor dari luar banyak yang masuk, jadi membuat industri cukup berat," ujarnya.
"Gak tau mungkin ini kelesuan ekonomi dunia atau bagaimana saya kurang ngerti, tapi order berkurang," sambungnya.
Menurutnya, untuk bisa bertahan hingga tidak menutup produksi para pengusaha terpaksa melakukan efisiensi. Termasuk pihaknya yang juga tetap berusaha mempertahankan para pekerja di tengah kondisi terpuruk ini.
Oleh karena itu, kalangan pengusaha juga meminta pemerintah untuk lebih mempermudah perizinan.
"Untuk bisa bertahan ditengah kelesuan ini yah kita sih efisiensi segala hal. Pengeluaran, membuat produksi," tuturnya.
"Temen-temen berusaha mempertahankan yang ada, cuma paling kontrak (pekerja) mulai sedikit dikurangi, belum bisa nambah karyawan," lanjutnya.
Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek pada Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi Febie Perdana berdasarkan data yang diterima pihaknya ada sebanyak 267 orang buruh PT Bapintri yang terkena PHK.
Tak hanya itu, pihaknya juga sudah menerima surat penutupan dari pihak perusahaan.
"Info terakhir di PT Bapintri ada PHK sebanyak 267 orang, suratnya sudah kami terima. Perusahaan sudah tidak beroperasi lagi dikarenakan mengalami kerugian berturut-turut sejak Covid-19," kata Febie. ***
Editor : JakaPermana

