Antisipasi Gelombang ke-3 Covid-19, Bima Arya Minta Ini Diterapkan pada Warganya

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengajak semua pihak di Kota Bogor untuk optimisme menghadapi pandemi Covid-19.

Antisipasi Gelombang ke-3 Covid-19, Bima Arya Minta Ini Diterapkan pada Warganya
Wali Kota Bogor Bima Arya
 
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor, Bima Arya mengajak semua pihak di Kota Bogor untuk optimisme menghadapi pandemi Covid-19.
 
Bima Arya mengimbau semua pihak agar tetap siaga dan waspada serta menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes), karena negara tengah memasuki gelombang ke-3 pandemi Covid-19 dengan adanya varian omnicron.
 
Selain itu Bima Arya ini meminta masyarakat membatasi mobilitas untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.
 
 
"Kita perlu memberikan pesan yang kuat Kepada seluruh warga Kota Bogor bahwa tidak ada yang tidak selesai jika dihadapi secara bersama-sama. Melonjaknya angka kasus positif Covid-19 di Kota Bogor setelah beberapa bulan lalu berhasil mengendalikan angka Covid-19 hingga sangat landai, dimana pertumbuhan kasus di angka nol, satu atau maksimal dua kasus. Hari ini menunjukkan bahwa semua harus tetap siaga dan waspada," ungkap Bima pada Senin (7/2/2022).
 
Bima Arya melanjutkan, pemerintah pusat menghimbau semua agar tetap siaga dan waspada serta menerapkan prokes, itu tentu karena alasan yang sangat kuat bahwa negara tengah memasuki gelombang ke-3 pandemi Covid-19. 
 
"Kota Bogor kemarin tercatat rekor yang sangat tinggi, yakni 771 kasus per hari, trennya menunjukkan seperti pada tahun lalu dan semua harus siaga ketika virus Covid-19 varian delta menyerang," terang Bima.
 
 
Bima menegaskan, pandemi belum selesai dan membutuhkan banyak sekali antisipasi. Ini adalah masa-masa yang sangat krusial bagi semua. Jika bisa melewati ini, masyarakat Kota Bogor akan menorehkan tinta dalam sejarah bagi generasi selanjutnya.
 
"Dengan modal kebersamaan dan persaudaraan yang luar biasa, Kota Bogor bisa melewati berbagai cobaan. Dan itu bukan hadiah atau anugerah tetapi tradisi yang mengalir dari masa ke masa. Saya juga ingatkan agar masyarakat membatasi mobilitas, kalaupun berpergian apabila ada keperluan yang mendesak," tegasnya.
 
Bima memaparkan, ikhtiar bersama-sama yang dilakukan hari ini adalah untuk kembali merapatkan barisan, menyamakan frekuensi, mengelola perbedaan, memberikan bantuan kepada yang membutuhkan dan ikhtiar yang dilakukan lebih banyak dari sebelumnya dalam menolong orang-orang yang terpinggirkan, baik secara ekonomi, pendidikan, sosial dan sebagainya, bahkan terganggu secara mental.
 
 
"Hari ini kami mencatatkan persoalan-persoalan yang asal muasalnya karena pandemi Covid-19. Semua hal tersebut adalah realita yang kita hadapi dan kita lewati bersama, apabila modal kebersamaan ini terus kita jaga," pungkasnya.(Rizki Mauludi)***
 


Editor : inilahkoran