Api Menyala di Simpul Pasteur

Api Menyala di Simpul Pasteur
HANGUS TERBAKAR: Kobaran api tiba-tiba menghanguskan sebidang lahan dan fasilitas milik pengelola jalan tol di kawasan strategis Interchange (IC) Pasteur.(Foto: INILAH/AGUS SATIA NEGARA)

Oleh: Agus Satia negara


INILAH, Bandung - Malam belum terlalu larut ketika kobaran api muncul di salah satu titik penting jalur tol kawasan Pasteur. Di tengah arus kendaraan yang terus bergerak, api membakar sebidang lahan dan fasilitas milik pengelola jalan tol.

Kebakaran terjadi di ruas Tol Purbaleunyi Km 125, sekitar rambu kupu-kupu arah Padalarang, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Minggu (13/9).

Lokasinya bukan sembarang tempat. Kawasan Interchange Pasteur merupakan salah satu simpul pergerakan kendaraan yang menghubungkan berbagai arah perjalanan. Karena itu, kobaran api di sekitar kawasan tersebut berpotensi mengganggu aktivitas lalu lintas.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan kebakaran diduga mulai terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.

Laporan resmi diterima pusat pengaduan petugas pada pukul 19.29 WIB melalui saluran komunikasi Kapolres Cimahi. Petugas tak menunggu lama. Regu pemadam langsung bergerak menuju lokasi.

“Bukti kesiapan dan kedisiplinan tim terlihat jelas saat kami tiba di lokasi hanya dalam waktu enam menit pasca laporan masuk, tepatnya pukul 19.35 WIB,” kata Aep, Senin (14/9).

Satu unit kendaraan pemadam jenis pancar bersama empat personel kemudian dikerahkan. Kobaran api segera ditangani agar tidak menjalar ke area lain, terlebih lokasi berada di sekitar persimpangan tol dengan lalu lintas yang tetap bergerak.

Dari pemeriksaan awal, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 30 meter persegi.

Objek yang terbakar diketahui merupakan aset milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Meski berada di kawasan yang padat kendaraan dan memiliki risiko tinggi, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

“Hal ini menjadi catatan positif di tengah risiko tinggi kawasan yang padat kendaraan dan struktur bangunan,” ujar Aep.

Namun, pekerjaan petugas belum selesai ketika api mulai padam. Regu pemadam melakukan pendinginan dan pemeriksaan menyeluruh atau overhaul. Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api tersembunyi yang dapat kembali menyala.

(gin)


Editor : Inilahkoran