Arifatul: Sekolah Rakyat Bangkitkan Harapan Anak, MBG Siapkan Generasi Emas 2045

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya yang dinilai mampu mengembalikan harapan anak-anak.

Arifatul: Sekolah Rakyat Bangkitkan Harapan Anak, MBG Siapkan Generasi Emas 2045
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi (tengah) saat memantau pembagian MBG di SD Negeri Hegarsari, Kamis (18/6/2026). (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya yang dinilai mampu mengembalikan harapan anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Hal itu disampaikan Arifatul saat melakukan kunjungan kerja di Kota Tasikmalaya, Kamis (18/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, dia didampingi Plt Deputi Pemenuhan Hak Anak Rini Handayani, Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan Dwi Jalu Atmanto, serta Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan PHA Wilayah I Devy Nia Pradhika.

Rangkaian kunjungan diawali ke Kebun Pangan Lokal Perempuan di Kampung Binaan PKK RW 006, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang. Selanjutnya Menteri PPPA meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Hegarsari sebelum mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 di Kecamatan Mangkubumi.

Arifatul mengatakan, program MBG menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mencetak generasi Indonesia Emas 2045 melalui pemenuhan gizi anak sejak dini.

"Hari ini saya hadir di Kota Tasikmalaya untuk bersilaturahmi dengan masyarakat. Tadi saya melihat langsung anak-anak menikmati makan bergizi gratis. Mereka terlihat sangat bersemangat. Mudah-mudahan program ini mampu mempersiapkan anak-anak yang berkualitas dengan gizi yang terpenuhi menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Dia mengaku terharu melihat semangat para siswa di Sekolah Rakyat. Menurutnya, sebagian besar anak didik di sekolah tersebut sebelumnya tidak memiliki kesempatan mengenyam pendidikan akibat keterbatasan kondisi sosial dan ekonomi.

"Ketika mereka berada di sini, mereka menjadi anak-anak yang penuh semangat untuk menjadi yang terbaik," katanya.

Meski demikian, Arifatul menilai pengelolaan Sekolah Rakyat memerlukan perhatian khusus karena para siswa berasal dari latar belakang yang beragam. Kementerian PPPA pun telah berkolaborasi dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menyusun pola pengasuhan yang tepat bagi para peserta didik.

Dia menegaskan, pengasuh di Sekolah Rakyat berperan sebagai pengganti orang tua selama anak berada di lingkungan sekolah. Namun, menurutnya, orang tua tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada anak-anaknya.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan Sekolah Rakyat yang saat ini masih berstatus rintisan akan memiliki gedung permanen. Pemerintah Kota Tasikmalaya, kata dia, telah menyiapkan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan sekolah oleh Kementerian Sosial.

"Insyaallah akhir tahun ini kami menyiapkan lahannya dan Kementerian Sosial akan membangun Sekolah Rakyat yang permanen. Mudah-mudahan menjadi tempat mencetak generasi penerus Kota Tasikmalaya yang berani dan cerdas sesuai cita-cita Presiden," ujar Viman.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada para wali asuh dan wali asrama yang selama ini mendampingi para siswa dengan penuh kesabaran dan dedikasi.


Editor : Doni Ramdhani