Aspirasi Mulyadi, Kemenpupr Intervensi Jalan Sukamakmur dengan Biaya Rp 100 Miliar
Dengan besar anggaran Rp 100 miliar, Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemenpupr) melalui Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (Bbpjn) DKi Jakarta-Jawa Barat meningkatkan ruas Jalan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, SUkamakmur-Dengan besar anggaran Rp 100 miliar, Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemenpupr) melalui Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (Bbpjn) DKi Jakarta-Jawa Barat meningkatkan ruas Jalan SUkamakmur, Kabupaten bogor.
Peningkatan ruas Jalan SUkamakmur tersebut akan dimulai pada Bulan Juni mendatang, hal itu merupakan usulan atau aspirasi anggota Komisi V DPR-RI Mulyadi, yang merupakan legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten bogor.
"Sesuai dengan Undang-Undang (UU) nomor 2 Tahun 2022 tentang jalan, akhirnya usulan saya agar KemenPU-PR mengintervensi peningkatan Jalan SUkamakmur dikabulkan dengan besar anggaran Rp 100 miliar," kata Mulyadi kepada wartawan, Selasa,16 Mei 2022.
Mulyadi menerangkan bahwa Kecamatan SUkamakmur terbilang tertinggal dibanding 39 kecamatan lainnya, hingga peningkatan jalan diperlukan agar bisa meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
"Saya ingin, masyarakat Kecamatan SUkamakmur cepat berkembang dan ada peningkatan pendapatan ekonominya," terangnya.
Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan agar tidak double anggaran, Bbpjn DKi Jakarta-Jawa Barat dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dpupr) Kabupaten bogor akan berkordinasi.
"Ruas jalan yang ditingkatkan pada tahap ini mulai dari perbatasan Kecamatan Citeureup, Kabupaten bogor hingga perbatasan Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Saya minta Dpupr Kabupaten bogor pro aktif berkordianasi dengan Bbpjn DKi Jakarta-Jawa Barat," jelasnya.
Mulyadi memaparkan, bahwa ia mendesak agar Bbpjn DkI Jakarta-Jawa Barat juga membangun jembatan ikonik, di perbatasan Kabupaten bogor dengan Kabupaten Cianjur.
"Semoga dengan peningkatan Jalan SUkamakmur ini bisa menipiskan kesenjangan antara masyarakat yang ada di Kawasan Puncak 2 dengan masyarakat Kecamatan Cisarua dan Megamendung yang dibatasi gunung yang sama," papar Mulyadi.
Ayah tiga orang anak ini melanjutkan, jika jalan altermatif di Kecamatan Cisarua dan Megamendung ingin ditingkatkan demi mengurai kemacetan di Kawasan Puncak, maka Pemkab bogor harus lebih berperan.
"Jalan alternatif Cisarua, Megamendung dan Ciawi itu butuh pelebaran kalau ingin dintervensi Kemenpupr, Pemkab bogor harus menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahannya," lanjutnya. (Reza Zurifwan)***
Editor : JakaPermana


