Audero Mengukir Takdir di Bernabeu
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
TIDAK ada panggung yang lebih mengintimidasi sekaligus megah selain Stadion Santiago Bernabeu.Emilio Audero baru saja mengukir takdir: resmi menjadi pemain Indonesia pertama yang mencicipi atmosfer kasta tertinggi Liga Spanyol.
Oleh: Bsafaat
Datang sebagai pemain pinjaman dari Como 1907, Emil langsung dilempar ke dalam “kawah candradimuka” akibat cederanya kiper utama Rayo Vallecano. Ujian pertamanya tidak tanggungtanggung: menahan gempuran salah satu lini serang paling mematikan di dunia yang dihuni oleh Kylian Mbappe, Jude Bellingham, dan Vinicius Junior.
Sejak peluit pertama dibunyikan, badai serangan langsung mengguyur gawang Rayo Vallecano. Alhasil, Emil diberondong empat gol tuan rumah pada laga itu.
Meski kebobolan empat, Audero tampil luar biasa di laga ini. Ia bekerja keras berusaha menahan gelombang Los Blancos yang tampil dominan.
Madrid mencatatkan 56 persen penguasaan bola dibanding 44 persen milik Rayo. Tuan rumah juga terus menekan dengan total melepas 26 tembakan.
Dari 23 tembakan yang dilepas Madrid, Audero harus menghadapi 11 tembakan yang mengarah arah gawangnya.
Mantan kiper Juventus ini mampu menahan tujuh tembakan yang harus dihadapinya di laga ini.
Tanpa ketangguhan Audero di bawah mistar, Rayo bakal kebobolan lebih banyak gol di markas Madrid. Salah satu aksi penyelamatan heroik Audero di laga ini terjadi pada menit ke-26.
Ia mampu menahan tendangan Vinicius.
Audero, lalu cepat beraksi usai tembakan Vinicius tak tertahan sempurna.Ia menepis bola menjauhkannya dari jangkauan Mbappe yang berusaha menyambarnya.
Situs WhoScored memberi rating 7,2 untuk performa Audero melawan Madrid. Ia jadi penampil terbaik kedua Rayo di laga ini menurut situs tersebut setelah Camello yang rating rating 8,0.
“Akan tiba saatnya salah satu tim dihukum akibat semua peluang yang terbuang itu. Enam atau tujuh peluang kami hari ini harusnya berbuah gol,” ujarnya Pelatih Madrid Jose Mourinho.
Media Spanyol Marca menuliskan, Rayo Vallecano kebobolan banyak di babak pertama akibat 2 kesalahan pemain bertahan Florian Lejeune. Emil Audero justru disebut bersinar di babak kedua.
“Audero menjalani debut yang tak terlupakan di Bernabeu, meskipun hasilnya tidak mencerminkan penampilannya,” Marca menuliskan.
AS Diario turut memberi kesan positif kepada Audero.
Penjaga gawang berusia 28 tahun itu disebutkan melakukan ‘penyelamatan tahun ini’.
“Terlepas dari penurunan performa, Audero mencega gol dari Dumfries dengan penyelamatan terbaik tahun ini. Itu adalah momen cerah dalam debutnya yang sulit,” AS Diario menuliskan. (bsf )
Editor : Inilahkoran

