Awal 2026, Diduga 1 Penderita Campak di Bogor Meninggal Dunia

Jumlah penderita penyakit infeksi virus campak pada awal 2026 menurun jumlahnya dibandingkan pada 2025 lalu.

Awal 2026, Diduga 1 Penderita Campak di Bogor Meninggal Dunia
Namun, jika pada 2025 tidak ada penderita penyakit campak yang meninggal dunia maka pada 2026 ini ada dugaan 1 kasus penderita penyakit campak yang meninggal dunia. (ilustrasi/dok)

INILAHKORAN.ID - Jumlah penderita penyakit infeksi virus campak pada awal 2026 menurun jumlahnya dibandingkan pada 2025 lalu.

Namun, jika pada 2025 tidak ada penderita penyakit campak yang meninggal dunia maka pada 2026 ini ada dugaan 1 kasus penderita penyakit campak yang meninggal dunia.

"Awal tahun ini, dibandingkan tahun lalu jumlah kasus penderita penyakit infeksi virus campak menurun, tapi ada satu orang penderita penyakit campak yang meninggal dunia," ucap Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Irman Gapur kepada wartawan, Minggu 15 Maret 2026.

Irman menuturkan, jika tidak ditangani dengan baik, penyakit campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak.

"Jadi ketika terjadi kasus penderita campak yang meninggal dunia, itu bisa disertai penyakit berbahaya lainnya," tutur Irman.

Mantan Wakil Direktur RSUD Ciawi itu mengimbau masyarakat agar anaknya mengikuti vaksin Measles and Rubella (MR).

Vaksin MR paling efektif  diberikan tiga kali: pertama pada usia 9-12 bulan, kedua 18-24 bulan dan dosis ketiga pada usia 6-7 tahun (kelas 1 SD).

"Bagi orang yang belum pernah divaksinasi atau belum pernah menderita campak, dapat menerima vaksin kapan saja dan pencegahan lainnya berupa melaksanakan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dengan sabun, menutup mulut saat batuk/bersin, dan menjaga kebersihan lingkungan," tuturnya.

Dia menjelaskan, penyakit campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan disebabkan virus Morbilli. 

Penyakit ini paling sering menyerang anak, namun dapat terjadi pada siapa saja yang tidak memiliki kekebalan (belum divaksin). Virus ini dapat menyebar dengan sangat cepat melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. 

"Gejala penyakit campak biasanya diawali dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam merah pada kulit yang dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, segera ke dokter ketika kondisi kesehatan sedang sakit," jelas Irman. 


Editor : Doni Ramdhani