Ibu Pejabat Bandung Barat Ini Ngaku Ditelepon Aa Umbara, Soal Apa Ya?
Kepala BPKAD Bandung Barat Agustina Priyanti menyebut pernah ditelepon Aa Umbara agar menyegerakan pencairan anggaran Dinsos Bandung Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) Bandung Barat Agustina Priyanti menyebut pernah ditelepon Aa Umbara agar menyegerakan pencairan anggaran untuk Dinsos Bandung Barat.
Hal itu diungkapkan Agustina saat dihadirkan sebagai saksi dalam lanjutan sidang dugaan gratifikasi pengadan barang tanggap bencana Bansos Covid-19, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (1/9/2021).
Dalam kesaksiannya Agustina yang juga menjaba bendahara Satgas Covid-19 KBB tidak mengetahui secara pasti pelaksanaan bansos Covid-19. Sebab, untuk masalah tekhnisnya itu kewenangan Dinsos.
"Anggarannya sebesar Rp 53 miliar untuk pengadaan sembako. Pengguna anggaranya (PA) Dinsos. Semua kewenangan Kadinsos, tekhnisnya saya tidak tahu," katanya.
Baca Juga: Selain Atur Tender, Aa Umbara Juga Terima Gratifikasi
Saat ditanya soal sosok M Totoh Gunawan oleh Jaksa KPK, Agustina pun menjawab dia mengenal Totoh sebagai sahabat bupati dan seorang pengusaha di Lembang. Namun, soal dia yang menyuplai barang awalnya tidak tahu.
"Apakah terdakwa pernah menghubungi saksi terkait bansos ini," tanya JPU KPk Budi Nugraha.
Dia pun mengaku pernah dihubungi soal anggaran untuk Dinsos. Tidak hanya oleh Bupati, tapi juga oleh Totoh.
"Beliau bilang itu bajetnya Pak Heri (Kadinsos) sudah cair? Saya jawab belum. Pak Totoh juga pernah telpon ke saya, dia bilang Bu Kadis yang Kadinsos sudah cair? Saya jawab belum juga," katanya.
Baca Juga: Aa Umbara Didakwa Atur Tender dan Terima Fee 6 Persen
Budi pun kembali menanyakan apakah ada permintaan khusus kepada saksi terkait anggaran Bansos?. Agustina pun mengaku sempat dihubungi Aa Umbara terkait hal itu.
"Pernah ada permintaan. Itu Bu Kadis yang Dinsos segerakan (pencairan). Saya bilang gak bisa kalau persyarakatan dari dinsos belum lengkap," katanya. (ahmad sayuti)
Editor : inilahkoran


