Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bansos Aa Umbara Tersedu-sedu di Ruang Sidang
PPK Dinsos Bandung Barat tersedu-sedu di ruang sidang. Dia mengaku dipaksa menjadi PPK di persidangan kasus bansos yang menjerat Aa Umbara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Dian Suhartini tersedu-sedu hampir hampir menangis. Dia mengaku dipaksa menjadi Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) oleh Kadinsos Bandung Barat Heri Pratomo.
Dian berusaha tegar saat ditanya JPU KPK soal pengadaan barang dan jasa Bansos Covid-19, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (1/9/2021).
"Sebetulnya saya menolak menjadi PPK. Pak Kadis memohon dan memberitahukan ke saya itu tugas Dinsos dan harus melaksanakan. Terus dia bilang tugas membantu warga miskin, minimal tidak bisa memberikan uang kita bantu dengan tenaga," katanya sambil terisak.
Dian pun sempat terdiam. Dia pun kemudian akhirnya menyanggupi permintaan Kadinsos KBB Heri Pratomo. Namun dengan catatan semua tanggungjawab Heri yang emban, dan ada surat keputusannya (SK).
"Saya akhirnya meminta berita tertulis karena saya tidak siap," ujarnya.
Baca Juga: Ibu Pejabat Beri Rp35 Juta ke Aa Umbara, Katanya Honor Narasumber, Kok Nggak Ada Tanda Terima?
JPU KPK Budi Nugraha kemudian menenangkan saksi Dian. Dia meminta saksi agar tenang dan bicara dengan sejujurnya seperti yang diungkapkan dalam berkas acara pemeriksaan (BAP) di penyidik KPK.
"Saudari saksi tenang ya, saya ingin apa yang saksi ungkapkan di BAP secara jelas bisa kembali diterangkan di sini," katanya.
Jaksa pun kemudian menanyakan soal paket-paket pengerjaan yang dia laksanakan.
Menurutnya, untuk pelaksanaan pengadaan barang dan jasa Covid-19, memakai metode pengadaan darurat, dan hanya mengikuti prosesur yang ada, mulai dari izin usaha, company profile, pernah melakukan kegiatan yang sama di instansi pemerintahan dan masuk dalam e-catalog.
Baca Juga: Ibu Pejabat Bandung Barat Ini Ngaku Ditelepon Aa Umbara, Soal Apa Ya?
"Totalnya Rp 52 miliar, ada 10 kegiatan. (Semua) jumlah paket pengerjaan dari Kadis. Seperti yang 8 ribu paket, saya dipanggil ke ruangan Kadis semuanya sudah ditentukan," ujarnya. (ahmad sayuti)
Editor : inilahkoran


